Risk of tuberculosis after achieving HIV virological suppression on antiretroviral therapy: a Danish nationwide prospective cohort study
Amrit Kaur Virdee, Fredrikke Christie Knudtzen, Josep M Llibre, Lars Haukali Omland, Niels Obel, Nina Breinholt Stærke, Johanna Åhsberg, Iben Ørsted, Gitte Kronborg, Rajesh Mohey, Maria Del Pilar Fernandez Montejo, Isik Somuncu Johansen, Raquel Martin-Iguacel

Abstrak
Latar Belakang Penelitian: Pada negara dengan beban tuberculosis (TB) yang rendah, risiko TB pada orang dengan HIV (ODHIV) ketika penekanan jumlah virus HIV tercapai masih belum dipahami sepenuhnya.
Metode Penelitian: Pada kohort nasional, kami menyertakan semua ODHIV dewasa dari the Danish HIV Cohort initiating antiretroviral therapy (ART) (1995-2017) tanpa penyakit TB sebelumnya. Kami menggunakan estimasi Kaplan-Meier dan regresi Poisson untuk mengkalkulasi angka insidens TB (IR) setelah 6 bulan minum obat HIV, beserta faktor risiko dan angka kematian (MR) terkait.
Hasil Penelitian: Di antara 6.849 ODHIV yang memulai ART (median follow-up 7,4 tahun), 84 terinfeksi TB (IR 1,4/1000 person-year [PY]), 54 di antaranya melewati enam bulan inisiasi ART, IR 0,97/1000 PY (95%CI:1,17-1,79): 1,95 (95%CI:1,34-2,76) pada orang yang bukan kelahiran Denmark, 0,36 (95%CI:0,21-0,62) pada orang kelahiran Denmark tanpa penggunaan narkoba suntik (penasun), dan 2,95 (95%CI:1,53-5,66) pada orang kelahiran Denmark dengan riwayat penasun. Orang kelahiran Denmark dengan viremia yang ditekan, dan tidak ada riwayat penasun atau paparan TB yang diketahui memiliki risiko terendah (IR 0,05/1000 PY). Dalam analisis yang disesuaikan, menjadi orang yang bukan kelahiran Denmark (aIRR 4,27[95%CI:2,36-7,72]), penasun (aIRR 4,95[95%CI:2,55-9,62]), dan kejadian terdefinisi AIDS sebelumnya (aIRR 2,05[95%CI:1,06-3,94]) meningkatkan risiko TB, sementara HIV-RNA yang ditekan (aIRR 0,58[95%CI:0,34-0,99]) menguranginya. MR keseluruhan untuk koinfeksi HIV/TB pasca-ART tinggi, pada 48,9/1000 PY (95%CI:30,4-78,7).
Kesimpulan: Risiko TB tetap tinggi pada ODHIV setelah 6 bulan inisiasi ART, khususnya pada imigran, penasun, orang yang tidak memiliki supresi HIV-RNA, dan individu yang berasal dari wilayah endemik TB atau dengan determinan risiko yang tinggi. Sebaliknya, ODHIV tanpa faktor-faktor risiko tersebut memiliki risiko TB serupa dengan populasi umum dan tidak memerlukan strategi skrining TB yang ditargetkan.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39378332/
Kalimat Kutipan: Virdee AK, Knudtzen FC, Llibre JM, Omland LH, Obel N, Stærke NB, Åhsberg J, Ørsted I, Kronborg G, Mohey R, Montejo MDPF, Johansen IS, Martin-Iguacel R. Risk of tuberculosis after achieving HIV virological suppression on antiretroviral therapy: a Danish nationwide prospective cohort study. Clin Infect Dis. 2024 Oct 8:ciae499. doi: 10.1093/cid/ciae499. Epub ahead of print. PMID: 39378332.

