Pemeriksaan Hepatitis B

Mengapa perlu tes?

Banyak orang yang terinfeksi hepatitis B tidak terlihat atau merasa sakit, sehingga pemeriksaan merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui jika seseorang terinfeksi virus tersebut. Penting untuk melakukan pemeriksaan hepatitis B sehingga jika Anda terinfeksi, Anda dapat segera mendapatkan layanan medis dan menghindari menularkan virus tersebut ke orang lain.

Hepatitis B kronis, atau jangka panjang, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berat, seperti kerusakan hati, kanker hati, gagal hati, dan bahkan kematian.

Rekomendasi skrining dan pemeriksaan

Untuk hepatitis B, skrining merujuk kepada pemeriksaan serologis (darah) bagi orang yang tidak diketahui berisiko tinggi terpapar HBV. Pemeriksaan merujuk kepada pemeriksaan serologis (darah) bagi orang dengan gejala atau teridentifikasi berisiko tinggi terpapar HBV.

Skrining universal

CDC merekomendasikan skrining HBV setidaknya sekali seumur hidup bagi orang yang sudah berusia 18 tahun ke atas.

Skrining kehamilan

CDC merekomendasikan skrining HBV bagi setiap ibu hamil di setiap kehamilan, khususnya pada trimester pertama kehamilan.

Pemeriksaan berdasarkan faktor risiko

CDC merekomendasikan pemeriksaan hepatitis B bagi setiap orang dengan riwayat risiko tinggi terpapar infeksi HBV, tanpa memandang usia dan pemeriksaan periodik bagi orang yang tetap berisiko tinggi terpapar virus tersebut.

Metode pemeriksaan

Dokter akan meminta pemeriksaan darah untuk melihat tanda-tanda hepatitis B di tubuh pasien. Pemeriksaan tersebut mendeteksi keberadaan protein yang menandakan adanya infeksi hepatitis B di tubuh. Jika Anda terinfeksi hepatitis B, dokter akan meminta dilakukan pemeriksaan fungsi hati untuk melihat jika ada kerusakan dengan menggunakan ultrasound, yang menghasilkan gambar hati menggunakan suara.

Hasil pemeriksaan

Bergantung pada hasil pemeriksaan darah, dokter dapat menentukan jika Anda:

  • Terinfeksi hepatitis B akut atau kronis
  • Kebal terhadap hepatitis B karena Anda sudah divaksin
  • Terinfeksi di masa lalu, infeksinya sudah sembuh, dan harus berkonsultasi

Jika Anda terdiagnosis hepatitis B dan telah menjalani ultrasound, dokter akan berbicara dengan Anda tentang kemungkinan HBV merusak hati Anda.

Setelah Anda mendapatkan hasil pemeriksaan

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, dokter akan menentukan pilihan pengobatan terbaik bagi Anda. Penting untuk terus berkonsultasi dengan dokter mengenai cara untuk tetap sehat dan mencegah penularan virus tersebut ke orang lain.

Poin-Poin Penting:   Tes hepatitis B merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui jika seseorang terinfeksi HBVSetiap orang dewasa dan ibu hamil harus menjalani tes hepatitis BOrang dengan faktor risiko yang berkelanjutan perlu melakukan tes hepatitis B secara berkala Anda dapat mengetahui apakah Anda terinfeksi HBV melalui tes darah  

Tautan ke artikel asli:

  1. https://www.cdc.gov/hepatitis-b/testing/index.html

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *