Otak manusia merupakan organ yang kompleks
Dengan berat sebesar 3 pon atau sekitar 1,3 kilogram, otak mengendalikan segala hal yang kita lakukan. Manusia menggunakan otak untuk melihat, mendengar, mencium, mengecap, dan merasakan. Otak Anda adalah Anda – segala hal yang Anda pikirkan, rasakan, dan siapa diri Anda.
Bagaimana cara otak bekerja?
Tubuh manusia memiliki sel khusus yang disebut neuron yang menghantarkan pesan bolak-balik antara otak dan bagian tubuh lainnya. Neuron saling menghantarkan pesan dengan melepaskan zat kimia yang disebut dengan neurotransmitter ke dalam celah antar sel. Celah tersebut disebut dengan sinapsis.
Neurotransmitter melewati sinapsis dan menempel pada reseptor dari neuron lainnya, seperti kunci yang masuk ke lubang kunci. Beginilah cara neuron berbicara satu sama lain untuk membuat otak dan tubuh Anda melakukan sesuatu. Contohnya, ketika Anda ingin naik tangga, otak Anda mengirimkan pesan ke kaki untuk bergerak, menggunakan rantai neuron yang panjang.
Bagaimana cara narkoba bekerja di otak?
Narkoba merubah cara neuron berbicara dengan satu sama lain. Perubahan tersebut menyebabkan neuron membuat Anda bertindak di luar kebiasaan normal Anda.
Terdapat tiga bagian utama di otak yang dipengaruhi oleh narkoba:
- Basal ganglia merupakan bagian otak yang memotivasi kita untuk beraktivitas sehat, seperti makan atau kumpul dengan teman. Ketika narkoba masuk ke bagian otak ini, orang akan merasa super senang. Namun jika Anda sering menggunakan narkoba, basal ganglia menjadi terbiasa memiliki narkoba sehingga membuat Anda sulit merasa senang tanpa menggunakan narkoba.
- Extended amygdale adalah bagian otak yang membuat Anda merasa stres atau rewel. Ketika orang menggunakan narkoba, bagian otak ini menjadi sangat sensitif. Ketika tubuh Anda terbiasa dengan penggunaan narkoba kemudian Anda berhenti menggunakannya, extended amygdale membuat Anda merasa sangat sakit, sehingga orang akan kembali menggunakan narkoba hanya untuk menghilangkan perasaan tersebut.
- Prefrontal cortex membantu Anda berpikir, membuat keputusan, dan mengendalikan tindakan Anda. Ketika seseorang menggunakan narkoba, fungsi bagian otak ini melemah sehingga tidak dapat membuat keputusan yang baik atau bertindak untuk mengatakan “tidak” terhadap dorongan yang merugikan.
Selain itu, sejumlah narkoba juga mempengaruhi bagian otak lainnya, seperti batang otak. Batang otak mengendalikan detak jantung dan pernapasan. Ketika seseorang menggunakan narkoba tertentu seperti opioid, pernapasannya dapat menjadi sangat lambat. Ketika pernapasan berhenti, yang disebut dengan overdosis, sehingga dapat menyebabkan kematian.
Mengapa ada orang yang terus menggunakan narkoba meskipun mereka tahu bahwa narkoba tidak baik?
Narkoba mengubah cara kerja otak sehingga sulit untuk berhenti, meskipun Anda ingin berhenti menggunakannya. Hal ini terjadi karena saat Anda mengonsumsi narkoba, neurotransmitter dopamin dilepaskan di basal ganglia dalam jumlah besar. Sinyal dopamin di bagian otak ini “mengajarkan” bagian otak lainnya untuk terus mendapatkan narkoba sehingga Anda dapat mengonsumsinya lagi dan lagi.
Ketika seseorang tidak dapat berhenti mengonsumsi narkoba meskipun mereka ingin berhenti, dan penggunaan narkoba mengakibatkan konsekuensi yang berat, kondisi ini disebut dengan adiksi. Otak mereka telah belajar untuk terus meminta narkoba sepanjang waktu.
Apakah dampak jangka panjang dari penggunaan narkoba?
Penggunaan narkoba dapat mengakibatkan perubahan serius di otak yang mempengaruhi cara otang berpikir dan bertindak. Penggunaan narkoba juga dapat mengakibatkan masalah medis, bahkan kematian. Sejumlah narkoba dapat mengakibatkan penyakit jantung, kanker, penyakit paru-paru, dan kondisi kesehatan jiwa, seperti depresi. Sejumlah narkoba dapat membunuh sel di otak dan tubuh Anda sehingga membuat Anda sulit untuk berjalan, berbicara, dan memahami hal yang terjadi di sekitar Anda.
Bagaimana jika seseorang yang saya kenal memerlukan pertolongan?
Jika Anda berpikir bahwa teman atau anggota keluarga Anda memiliki masalah penggunaan narkoba, bicarakan dengan orang dewasa yang Anda percaya – seperti orangtua, pelatih, atau guru – segera. Ingatlah bahwa pengobatan adiksi telah tersedia dan orang yang menggunakan narkoba dapat menjadi lebih baik.
Link ke artikel asli: https://nida.nih.gov/research-topics/parents-educators/mind-matter-series/drugs-brain

