Akhir-akhir ini, Anda mungkin sering mendengar berita mengenai opioid. Anda mungkin mengenalnya sebagai obat yang disebut oxy atau Vikes.
Opioid telah digunakan selama ribuan tahun. Sejumlah opioid berasal dari tanaman; selain itu, opioid juga dibuat di laboratorium.
Opioid resep digunakan untuk tujuan pengobatan, namun bisa juga disalahgunakan. Opioid ilegal digunakan untuk mendapatkan efek “high”. Penyalahgunaan opioid resep atau mengonsumsi opioid ilegal sangat membahayakan.
Apa itu opioid?
Obat-obatan
- Doktor meresepkan opioid kepada orang yang mengalami nyeri berat akibat kondisi tertentu seperti operasi gigi, cedera akibat olahraga, dan kanker.
- Jika pasien mengikuti instruksi dokter dan mengonsumsi opioid resep dalam jumlah yang dianjurkan, obat tersebut dapat membantu menghilangkan rasa nyeri.
- Akan tetapi, opioid resep menjadi sangat berbahaya ketika disalahgunakan.
Contoh pil opioid adalah OxyContin®, Percocet®, dan Vicodin®. Orang terkadang menyebut obat opioid dengan nama yang berbeda seperti Happy Pills, Hillbilly Heroin, OC, Oxy, Percs, atau Vikes.
Heroin dan Fentanil
- Heroin merupakan opioid ilegal yang digunakan untuk mendapatkan efek “high”, biasanya digunakan dengan cara disuntik.
- Bentuknya dapat berupa bubuk coklat atau putih, atau zat lengket hitam yang disebut dengan black tar heroin (heroin tar hitam).
- Terkadang, orang menyebut heroin dengan panggilan seperti big H, horse, brown sugar, hell dust, dan smack.
- Opioid ilegal lainnya adalah fentanil, bubuk putih yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan heroin.
- Terkadang, heroin yang beredar di jalanan dicampur dengan fentanil. Hal ini telah menyebabkan banyak kasus overdosis.
Baik opioid resep maupun opioid ilegal seperti heroin dan fentanil dapat menyebabkan kecanduan, overdosis, hingga kematian.
Bagaimana cara opioid bekerja?
Opioid mempengaruhi sel saraf (neuron) dalam tubuh dan otak. Narkoba ini memerintahkan otak untuk memblokir rasa sakit dan membuat Anda merasa tenang dan bahagia.
Apa saja efek dari opioid?
Efek jangka pendek
- Merasa tenang, mengantuk, dan bingung
- Pernapasan melambat atau berhenti (dapat mengakibatkan overdosis fatal)
- Mual, muntah
- Konstipasi
Efek jangka panjang
- Adiksi
- Infeksi jantung
- Infeksi paru-paru
- Nyeri otot
Bagaimana seseorang bisa mengalami ketergantungan opioid?
Seiring waktu, tubuh menjadi terbiasa dengan keberadaan opioid dan Anda akan merasa sangat sakit tanpa zat tersebut. Putus obat merupakan kondisi yang menyerupai flu, tapi lebih parah sehingga membuat seseorang sulit untuk berhenti mengonsumsi zat ini. Jika seseorang mulai mencari dan mengonsumsi opioid meskipun penggunaannya mempengaruhi kinerja di tempat kerja, sekolah, maupun dalam hubungan, kondisi tersebut disebut dengan adiksi atau kecanduan.
Penting untuk diketahui bahwa setiap orang dapat kecanduan opioid; tidak penting dimana Anda tinggal atau seberapa pintar Anda. Tidak ada cara untuk memprediksi siapa yang akan menjadi kecanduan narkoba.
Bagaimana cara opioid mempengaruhi hidup seseorang?
Jika Anda mengalami ketergantungan opioid, zat tersebut mengambil alih kehidupan Anda. Mendapatkan opioid dan efek “high” menjadi satu-satunya hal yang Anda pikirkan, sehingga membuat Anda sulit untuk menikmati kegiatan atau hal yang biasanya membuat Anda bahagia.
Bagaimana jika seseorang yang saya kenal memerlukan pertolongan?
Jika Anda berpikir bahwa teman atau anggota keluarga Anda memiliki masalah penggunaan narkoba, bicarakan dengan orang dewasa yang Anda percaya – seperti orangtua, pelatih, atau guru – segera. Ingatlah bahwa pengobatan adiksi telah tersedia dan orang yang menggunakan narkoba dapat menjadi lebih baik. Sumber: NIDA. 2019, November 1. Mind Matters: The Body’s Response to Opioids. Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/parents-educators/mind-matter-series/opioids on 2025, July 5

