Pengaruh Genetik dan Lingkungan Dapat Memprediksi Penggunaan Alkohol Pada Remaja
Genetic and environmental influences predict early adolescent alcohol use
Konsumsi alkohol di masa remaja dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan jiwa, gangguan kognitif, dan gangguan penyalahgunaan narkoba di kemudian hari. Sebuah penelitian terbaru yang dilaksanakan oleh para peneliti Rutgers dan dipublikasikan di Translational Psychiatry meneliti cara faktor genetik, psikologis, dan lingkungan berkontribusi terhadap inisiasi konsumsi alkohol dan transisinya dari tegukan pertama ke minuman-penuh-pertama.
Diantara prediktor terkuat untuk kebiasaan konsumsi alkohol dini adalah kecenderungan genetik untuk perilaku disinhibisi, sifat kepribadian impulsiif, dan paparan terhadap narkoba saat kehamilan. Akan tetapi, transisi ke minuman-penuh-pertama lebih dipengaruhi oleh pencarian sensasi dan predisposisi genetik daripada faktor lingkungan.
Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kedua hal berikut: predisposisi individual dan paparan lingkungan ketika mengembangkan intervensi. Dengan mengidentifikasi remaja berisiko sebelum inisiasi alkohol, klinisi dan tenaga kesehatan masyarakat dapat mengurangi isu penyalahgunaan narkoba dan konsekuensi kesehatan terkait di masa depan.
Tautan ke berita lengkap: Genetic and environmental influences predict early adolescent alcohol use

