Efek Psilocybin dan Alasan Penggunaan Psilocybin (Seri 2)

Apa saja efek Psilocybin?

Psilocybin memiliki beragam efek. Kepribadian seseorang dan harapan terhadap pengalaman yang akan didapat ketika menggunakan zat – disebut “set” – dan orang serta lingkungan sekitar – disebut “setting” – berperan dalam cara orang merespon zat tersebut.

Hal penting lainnya adalah jumlah yang dikonsumsi serta potensinya (konsentrasi dan kekuatan), usia, biologis, jenis kelamin, kepribadian, dan riwayat penggunaan zat. Efek dari psilocybin dapat berupa:

Persepsi yang berubah

Magic mushrooms umumnya menyebabkan perubahan pada cara orang menerima realitas. Orang dapat melihat warna, bentuk, atau pemandangan; mendengar hal-hal yang tidak nyata; atau kehilangan persepsi akan waktu dan ruang.

Mood dan persepsi

Seseorang yang menggunakan psilocybin mungkin mengalami hal-hal yang disebut dengan pengalaman mistis, dimana mereka memasuki keadaan seperti mimpi dan euforia, dan mungkin mengalami penglihatan atau menghidupkan kembali memori. Mereka mungkin memiliki perasaan diri yang berbeda, merasa bahwa mereka tidak memiliki batasan pribadi dan menyatu dengan alam semesta – hal yang disebut sebagai “oceanic self-boundlessness” oleh para peneliti. Pengalaman tersebut bisa menyenangkan, namun juga bisa menakutkan serta menyebabkan rasa takut dan panik.

Efek fisik

Psilocybin dapat menyebabkan banyak efek, beberapa diantaranya merupakan efek yang tidak menyenangkan. Lihat “Apakah psilocybin aman dikonsumsi?” untuk informasi lebih lanjut.

Mengapa orang menggunakan psilocybin?

Orang telah menggunakan jamur yang mengandung psilocybin selama ribuan tahun, termasuk dalam ritual keagamaan. Saat ini, sejumlah orang mengonsumsi jamur dengan harapan mengalami hal yang unik, menarik, mencerahkan, dan/atau spiritual. Sejumlah orang mengonsumsinya dalam jumlah kecil secara teratur, sebuah praktik yang disebut microdosing, dalam upaya meningkatkan kondisi mental dan produktivitas mereka.

Para peneliti menguji potensi psilocybin untuk mengobati gangguan kesehatan mental seperti gangguan penggunaan narkoba, depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder; OCD). Sejumlah orang melaporkan menggunakan magic mushrooms dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang sama, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung harapan tersebut.

Sumber: NIDA. 2024, January 24. Psilocybin (Magic Mushrooms). Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/psilocybin-magic-mushrooms on 2026, February 6

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *