WHO Merilis Rekomendasi Terbaru Mengenai Manajemen Klinis HIV

WHO releases updated recommendations on HIV clinical management

WHO telah merilis rekomendasi terbaru mengenai manajemen klinis HIV. Dokumen tersebut memberikan tinjauan mengenai rekomendasi terbaru WHO untuk manajemen klinis HIV, yang fokus pada optimalisasi terapi ART, mencegah transmisi vertikal, serta meningkatkan upaya pencegahan TB pada ODHIV. Rekomendasi ini didisain untuk menyederhanakan dan meningkatkan layanan HIV, mendukung kesetaraan, dan berkontribusi untuk meningkatkan hasil kesehatan dan kualitas hidup ODHIV.

 1.    Optimalisasi terapi ART

Rekomendasi terbaru ini mengonfirmasi rejimen berbasis dolutegravir sebagai pilihan utama pengobatan HIV awal dan lanjutan serta memperkenalkan perubahan penting bagi ODHIV yang rejimen pengobatannya tidak lagi efektif.

2.    Memperkuat upaya pencegahan transmisi vertikal

WHO tetap merekomendasikan agar ibu yang menyusui dan terinfeksi HIV dapat memberikan ASi eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian ASI selama 12 hingga 24 bulan, dan disertai dengan terapi ART maternal yang efektif dan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat.

Seluruh bayi yang terpapar HIV harus diberikan profilaksis pasca-kelahiran selama 6 minggu, utamanya dengan nevirapine. Sementara, bayi yang berisiko tinggi terinfeksi HIV harus diberikan profilaksis tiga obat yang ditingkatkan.

3.    Memprioritaskan upaya pencegahan TB pada ODHIV

Untuk meningkatkan cakupan dan penyelesaian terapi pencegahan TB, WHO merekomendasikan rejimen isoniazid dan repentin (3HP) mingguan selama 3 bulan sebagai rejimen pengobatan pencegahan TB pilihan bagi orang dewasa dan remaja dengan HIV.

4.    Mendukung negara-negara anggota untuk mempercepat dampak dari penerapan rekomendasi tersebut

Dr. Tereza Kasaeva, Direktur Departemen HIV, TB, Hepatitis Viral, dan IMS, WHO menyatakan bahwa, “dengan menyederhanakan pengobatan, meningkatkan kepatuhan, dan mengatasi jurang yang persisten dalam upaya pencegahan, rekomendasi ini diharapkan dapat membantu negara-negara anggota untuk memperkuat program HIV sehingga dapat menyelamatkan banyak jiwa.”

Rekomendasi ini akan diintegrasikan ke dalam edisi terbaru pedoman WHO untuk bidang HIV dan ditujukan bagi program nasional HIV, klinisi, partner, dan komunitas di seluruh dunia.

Tautan ke berita lengkap: WHO releases updated recommendations on HIV clinical management    

Tautan ke rekomendasi terbaru WHO terkait: https://www.who.int/publications/i/item/9789240119468

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *