New HIV ‘Functional Cure’ Case Is Not the Final Chapter, but Creates More Paths for Cure Research
Seorang wanita yang tinggal di Madrid, Spanyol yang terinfeksi HIV-1 menjadi kasus ketiga dari “functional cure” (penyembuhan fungsional) di dunia. Laporan kasus ini menemukan bahwa wanita tersebut memiliki viral load tidak terdeteksi serta angka CD4 yang stabil selama 22 tahun tanpa menjalani pengobatan antiretroviral, tanpa gejala infeksi HIV.

Dalam istilah klinis terkait infeksi, terdapat dua jenis penyembuhan, yaitu: (1) sterilizing cure (pemusnahan virus secara menyeluruh dari tubuh, tanpa ada sisa virus yang bisa melakukan reaktivasi), dan (2) functional cure (melibatkan pengendalian virus melalui sistem kekebalan tubuh tanpa perlu menjalani pengobatan, meskipun virus tetap ada dalam tubuh dalam status dorman).
Dalam laporan kasus yang dipublikasi di The Lancet HIV, wanita tersebut memiliki:
- · Peningkatan ekspresi beberapa microRNA dan mRNA dengan kemungkinan aktivitas anti-HIV.
- · Preservasi homeostasis sel T dengan ekspresi rendah penanda kelelahan sel, apoptosis, dan penuaan.
- · Sel pembunuh alami dengan ekspresi reseptor inhibitor rendah dan ekspresi sel pembunuh alami regulator yang lebih tinggi.
- · Penurunan kadar biomarker inflamasi.
Tautan ke berita lengkap: New HIV ‘Functional Cure’ Case Is Not the Final Chapter, but Creates More Paths for Cure Research
Tautan ke artikel ilmiah: Functional cure of HIV-1 infection in an exceptional elite controller: a case report

