Puberty hormones shape the adolescent female brain before physical changes appear
Penelitian terbaru mengidentifikasi bagaimana hormon pubertas tertentu berhubungan dengan struktur fisik dan jaringan fungsional pada otak gadis remaja. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hormon-hormon tertentu seperti estradiol dan testosteron berkaitan dengan wilayah otak yang berbeda yang mendukung memori, emosi, dan kesadaran spasial. Penelitian tersebut diterbitkan di jurnal Human Brain Mapping.
Masa remaja merupakan periode perubahan emosi dan biologis sangat cepat yang dipengaruhi secara signifikan oleh pubertas. Selama periode ini, otak mengalami perkembangan signifikan yang diperkirakan oleh para ilmuwan dipengaruhi oleh peningkatan tingkat hormon. Perubahan-perubahan yang terjadi bertepatan dengan tingginya risiko bagi masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, khususnya pada gadis remaja. Meneliti cara hormon membentuk perkembangan otak gadis remaja memberikan bukti yang dapat menjelaskan kemunculan tantangan emosional tersebut.
“Pubertas diperkirakan mempengaruhi cara otak remaja berkembang, membentuk perilaku sosial dan emosional,” ujar Muskan Khetan, kandidat doctor di University of Melbourne yang juga penulis utama dalam artikel tersebut. “Sebagian besar penelitian berfokus pada perubahan fisik yang nyata, namun perubahan hormon sebenarnya terjadi terlebih dahulu, sebelum tanda-tanda perubahan fisik terjadi. Dan, kita hanya mengetahui sangat sedikit mengenai efeknya terhadap otak.”
Tautan ke berita lengkap: Puberty hormones shape the adolescent female brain before physical changes appear
Tautan ke artikel ilmiah terkait: Pubertal Hormones and the Early Adolescent Female Brain: A Multimodality Brain MRI Study

