Apa efek kesehatan lainnya dari penggunaan ganja?
Penggunaan ganja memiliki efek yang luas, baik fisik maupun mental.
Efek Fisik
- Masalah pernapasan. Asap ganja mengiritasi paru-paru, dan orang yang merokok ganja seringkali memiliki masalah pernapaan seperti orang yang merokok tembakau. Masalah pernapasan tersebut meliputi batuk dan dahak setiap hari, sering mengalami penyakit paru-paru, dan risiko tinggi menderita infeksi paru.
- Peningkatan denyut jantung. Ganja meningkatkan detak jantung hingga 3 jam setelah merokok. Efek ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Orang lanjut usia dan orang yang memiliki masalah jantung berisiko tinggi untuk hal tersebut.
- Masalah dengan tumbuh kembang anak selama dan setelah kehamilan. Sebuah penelitian pada apotik menemukan bahwa staf nonmedis pada apotik tersebut meresepkan ganja pada ibu hamil untuk mengatasi mual, namun para dokter tidak menyetujui hal ini karena penggunaan ganja selama kehamilan berkaitan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta meningkatkan risiko masalah perilaku dan otak pada bayi. Anak-anak yang terpapar ganja dalam kandungan memiliki peningkatan risiko masalah atensi, memori, dan pemecahan masalah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terpapar. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa THC dalam jumlah sedang masuk ke dalam ASI dari ibu yang menyusui. Pada penggunaan yang rutin, THC dalam ASI dapat mencapai jumlah yang dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi. Penelitian lainnya menunjukkan adanya peningkatan risiko kelahiran prematur. Baca lebih lengkap di “Marijuana Research Report” untuk informasi lebih lanjut mengenai ganja dan kehamilan.
- Mual dan muntah berat. Penggunaan ganja jangka panjang dan rutin dapat menyebabkan sejumlah orang mengalami Sindrom “Cannabinoid Hyperemesis”. Sindrom ini menyebabkan pengguna mengalami siklus mual, muntah, dan dehidrasi parah yang teratur, terkadang memerlukan penanganan medis darurat.
Sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana

