Apakah ada pengobatan untuk HIV?
Pengobatan HIV disebut dengan antiretroviral therapy (ART), dimana orang dengan HIV (ODHIV) meminum kombinasi obat HIV (yang disebut dengan rejimen pengobatan HIV) setiap hari.
ART direkomendasikan bagi setiap orang yang terinfeksi HIV. ART tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV, namun membantu ODHIV hidup lebih lama dan lebih sehat. ART juga mengurangi risiko penularan HIV.
Bagaimana cara kerja obat HIV?
HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 pada sistem imun tubuh, yang bertugas melawan infeksi. Berkurangnya jumlah CD4 mengakibatkan tubuh kesulitan dalam melawan infeksi serta jenis kanker tertentu yang terkait dengan infeksi HIV.
Obat HIV mencegah HIV dari memperbanyak diri (membuat salinan virus baru), sehingga menurunkan jumlah HIV dalam tubuh (yang disebut dengan viral load). Memiliki jumlah HIV yang sedikit dalam tubuh memberikan kesempatan pada sistem imunitas untuk pulih dan menghasilkan lebih banyak sel CD4. Meskipun masih terdapat HIV dalam tubuh, sistem imunitas cukup kuat untuk melawan infeksi serta jenis kanker tertentu yang terkait dengan infeksi HIV.
Dengan mengurangi jumlah HIV dalam tubuh, obat HIV juga mengurangi risiko penularan HIV. Tujuan utama pengobatan HIV adalah mengurangi viral load seseorang hingga tidak terdeteksi. Viral load yang tidak terdeteksi menunjukkan bahwa jumlah HIV dalam darah sangat rendah untuk dapat dideteksi oleh tes viral load. ODHIV yang menjaga viral load-nya “tidak terdeteksi” secara efektif tidak memiliki risiko menularkan HIV ke pasangan seksualnya.
Kapan saatnya mulai minum obat HIV?
ODHIV harus minum obat HIV sesegera mungkin setelah terdiagnosa HIV. Orang dengan kondisi AIDS atau pada periode HIV dini untuk sesegera mungkin minum obat HIV. (infeksi HIV dini adalah periode hingga 6 bulan setelah terinfeksi HIV).
Wanita dengan HIV yang hamil dan belum minum obat HIV dianjurkan untuk sesegera mungkin minum obat tersebut.
Obat HIV apa saja yang termasuk dalam rejimen pengobatan HIV?
Ada banyak obat HIV yang tersedia dalam rejimen pengobatan HIV. Obat-obat HIV tersebut dikelompokkan ke dalam tujuh (7) golongan obat berdasarkan cara kerjanya dalam melawan infeksi HIV.
Pilihan rejimen pengobatan HIV bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Ketika memilih rejimen pengobatan HIV, ODHIV dan dokter harus mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kemungkinan efek samping obat HIV serta potensi interaksi obat.
Apa yang perlu diketahui tentang penggunaan obat HIV?
Penggunaan obat HIV menjaga ODHIV agar tetap sehat dan mencegah penularan infeksi HIV. Penggunaan obat HIV setiap hari dan secara tepat sesuai anjuran (disebut dengan kepatuhan pengobatan1) juga mengurangi risiko resistensi obat2.
Namun terkadang, obat HIV dapat menimbulkan efek samping. Sebagian besar efek samping yang ditimbulkan oleh obat HIV dapat disembuhkan, namun beberapa dapat menimbulkan efek samping serius. Secara keseluruhan, manfaat obat HIV jauh lebih besar dibandingkan dengan risiko efek samping. Selain itu, obat-obat HIV terbaru menimbulkan lebih sedikit efek samping dibandingkan obat HIV yang digunakan di masa lalu. Seiring dengan terus membaiknya pengobatan HIV, ODHIV cenderung tidak mengalami efek samping dari obat-obat HIV yang mereka gunakan.
Obat-obat HIV dapat berinteraksi dengan obat HIV lainnya yang terdapat dalam rejimen pengobatan HIV atau dengan obat lainnya yang diminum ODHIV. Dokter perlu mempertimbangkan potensi interaksi obat dengan seksama sebelum merekomendasikan rejimen obat HIV.
Poin-Poin Penting:
Pengobatan HIV disebut dengan antiretroviral therapy (ART), dimana orang dengan HIV (ODHIV) meminum kombinasi obat HIV (yang disebut dengan rejimen pengobatan HIV) setiap hari. ART direkomendasikan bagi setiap orang yang terinfeksi HIV. ODHIV sebaiknya mulai minum obat HIV sesegera mungkin. ART tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV, namun membantu ODHIV hidup lebih lama dan lebih sehat. ART juga mengurangi risiko penularan HIV.Tujuan utama dari pengobatan HIV adalah menurunkan jumlah virus HIV dalam tubuh (viral load) hingga tidak terdeteksi. Viral load yang tidak terdeteksi menunjukkan bahwa jumlah HIV dalam darah sangat rendah untuk dapat dideteksi oleh tes viral load. ODHIV yang menjaga viral load-nya “tidak terdeteksi” secara efektif tidak memiliki risiko menularkan HIV ke pasangan seksualnya.
Catatan:
1 Kepatuhan = penggunaan obat secara tepat sesuai anjuran dokter. Manfaat dari kepatuhan penuh dalam penggunaan rejimen pengobatan HIV adalah penekanan jumlah virus yang berkelanjutan, mengurangi risiko resistensi obat, meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan, serta menurunkan risiko penularan HIV.

2 Resistensi Obat = ketika bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya bermutasi (berubah bentuk) dan menjadi tidak sensitif terhadap (resisten terhadap) obat yang sebelumnya bekerja dengan efektif. Resistensi obat dapat menjadi penyebab kegagalan pengobatan HIV.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-treatment-basics

