Apa itu kolesterol tinggi?
Kolesterol tinggi (juga disebut dengan hyperlipidemia) merujuk kepada kondisi kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah. Kolesterol merupakan zat seperti lemak, seperti lilin, yang diproduksi oleh tubuh. Kolesterol juga ditemukan dalam makanan yang bersumber dari hewan, seperti kuning telur, daging, dan keju.
Tubuh membutuhkan kolesterol untuk berfungsi dengan baik. Namun, konsumsi kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan masalah. Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.
Apa faktor risiko penyebab kolesterol tinggi?
Penyebab paling umum bagi kolesterol tinggi adalah kebiasaan pola hidup yang tidak sehat, termasuk hal-hal berikut ini:
> Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.
> Aktivitas fisik yang rendah.
> Merokok.
Hal-hal berikut merupakan faktor risiko tambahan yang menyebabkan kolesterol tinggi:
> Usia – semakin berumur seseorang, kolesterol cenderung meningkat
> Riwayat keluarga kolesterol tinggi
> Kondisi medis tertentu, seperti diabetes
> Kelebihan berat badan atau obesitas
> Obat-obatan tertentu
Apa saja gejala kolesterol tinggi?
Umumnya, kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala apa pun. Tes darah biasanya digunakan untuk mengetahui kadar kolesterol.
Pemeriksaan kolesterol direkomendasikan sebelum dan setelah ODHIV mulai mengonsumsi obat HIV. Jika kadar kolesterol normal, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tersebut setahun sekali. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, dianjurkan untuk lebih sering melakukan pemeriksaan tersebut.
Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan seseorang untuk mencegah kolesterol tinggi?
Orang dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah kolesterol tinggi atau menurunkan kadar kolesterol.
> Konsumsi makanan yang sehat. Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Pilih produk susu rendah lemak atau bebas lemak, konsumsi makanan tinggi serat, dan konsumsi lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.
> Lebih aktif. Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dalam seminggu.
> Menjaga berat badan normal. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat memperbaiki kadar kolesterol.
> Berhenti merokok. Untuk mengetahui saran dan alat bantu untuk membantu Anda berhenti merokok, kunjungi laman the Department of Health and Human Services: https://smokefree.gov/
Apakah ada pengobatan untuk kolesterol tinggi?
Pengobatan bagi kolesterol tinggi dimulai dengan merubah gaya hidup. Terkadang, obat yang menurunkan kadar kolesterol juga diperlukan. Obat yang paling umum digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol disebut statin.
Pada ODHIV, pengobatan kolesterol tinggi termasuk merubah rejimen pengobatan HIV untuk menghindari konsumsi obat HIV yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Sejumlah obat HIV dapat berinteraksi dengan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Dokter perlu mempertimbangkan potensi drug-drug interaction antara obat HIV dan obat-obatan lainnya yang dikonsumsi ODHIV.
Poin-Poin Penting:
Kolesterol tinggi (juga disebut dengan hyperlipidemia) merujuk kepada kondisi kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah. Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.Faktor risiko bagi kolesterol tinggi mencakup diet tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan merokok. Sejumlah obat HIV juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi pada ODHIV.
Mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol, serta berolahraga secara teratur dapat mencegah atau menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Obat-obatan juga terkadang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
Pada ODHIV, pengobatan bagi kolesterol tinggi meliputi penggantian rejimen pengobatan HIV untuk menghindari konsumsi obat HIV yang dapat meningkatkan kada kolesterol.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-high-cholesterol

