Apa itu diabetes?
Diabetes merupakan penyakit yang berkembang ketika kadar glukosa darah (juga disebut dengan “gula darah”) terlalu tinggi. Glukosa berasal dari pemecahan makanan yang dimakan dan merupakan sumber energi utama.
Seiring waktu, diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, penyakit mata, dan kerusakan saraf.
Terdapat tiga tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes pencernaan. Lembar fakta ini membahas mengenai diabetes tipe 2, yang merupakan jenis diabetes yang paling umum terjadi.
Apa saja faktor risiko diabetes tipe 2?
Faktor risiko diabetes tipe 2 adalah usia 45 tahun ke atas, memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, kelebihan berat badan atau obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Orang dengan latar belakang keluarga dari Afrika-Amerika, penduduk asli Alaska, Indian Amerika, Asia-Amerika, Hispanik/Latin, penduduk asli Hawaii, atau penduduk kepulauan Pasifik Amerika berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.
Orang dengan HIV (ODHIV) lebih cednerung mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan orang tanpa HIV. Dan, sejumlah obat-obatan HIV dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada ODHIV.
Apa saja gejala-gejala diabetes?
Gejala-gejala diabetes meliputi:
> Rasa haus yang meningkat
> Sering buang air kecil
> Rasa lapar yang meningkat
> Penurunan berat badan yang tidak biasa
> Kelelahan
> Penglihatan kabur
> Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
> Luka yang tidak kunjung sembuh
Orang yang memiliki gejala diabetes harus segera melakukan tes terkait. Tes tersebut juga direkomendasikan bagi orang dengan faktor risiko tertentu terhadap diabetes. Tes darah digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah dan mendiagnosis diabetes.
Apakah ODHIV perlu melakukan tes diabetes?
ODHIV harus memeriksa kadar gula darah mereka sebelum memulai pengobatan HIV. Orang dengan kadar glukosa di atas normal mungkin perlu menghindari pengobatan HIV.
Tes glukosa darah juga perlu dilakukan ssebelum memulai pengobatan HIV. Jika hasil tes menunjukkan kadar glukosa darah tinggi, dokter mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengganti obat HIV yang sedang digunakan.
Bagaimana caranya seseorang dapat mencegah, menunda atau mengelola diabetes tipe 2?
Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk menurunkan risiko Anda mengalami diabetes tipe 2:
> Jaga berat badan yang sehat. Jika Anda kelebihan berat badan, turunkan berat badan dan pertahankan.
> Makan makanan sehat. Makan berbagai makanan sehat dan batasi makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam.
> Olahraga. Berusahalah untuk melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari dalam seminggu.
Orang dengan diabetes tipe 2 dapat melakukan langkah-langkah di atas untuk mengelola diabetes. Selain itu, sejumlah ODHIV dapat meminum obat diabetes untuk mengelola diabetes tipe 2 yang dialaminya. Untuk mempeljari topik ini lebih lanjut, kunjungi laman: https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/managing-diabetes dari the National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).
Jika Anda adalah ODHIV, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai risiko Anda mengalami diabetes.
Poin-Poin Penting:
Diabetes merupakan penyakit yang berkembang ketika kadar glukosa darah (juga disebut dengan “gula darah”) terlalu tinggi. Terdapat dua tipe diabetes, diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum terjadi.
ODHIV lebih cenderung mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan orang tanpa HIV. Faktor risiko diabetes tipe 2 adalah usia 45 ke atas, memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, dan memiliki berat bada berlebihan atau obesitas.
ODHIV harus memeriksa kadar gula darah mereka sebelum memulai pengobatan HIV. Orang dengan kadar glukosa di atas normal mungkin perlu menghindari pengobatan HIV.
Pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur dapat mencegah, menunda, atau mengelola diabetes tipe 2. Selain itu, terdapat obat-obatan yang dapat membantu mengelola diabetes tipe 2.
————————————
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-diabetes

