Risiko TB Turun 6 Bulan Setelah Memulai ART, Hasil Penelitian Penelitian Denmark
Tuberculosis Risk Drops 6 Months After Starting Antiretroviral Treatment, Danish Study Finds
Di antara orang dengan HIV (ODHIV) yang tinggal di Denmark, risiko tuberculosis (TB) tetap tinggi pada enam bulan pertama setelah memulai pengobatan ART, menurut hasil penelitian sebuah studi yang baru dipublikasikan. Meskipun tingkat risiko turun setelahnya, insidens dan mortalitas TB tetap tinggi pada pengguna narkoba suntik (penasun) dan mereka yang berimigrasi dari daerah dengan prevalensi TB tinggi, yang berimplikasi pada skrining dan pengobatan TB.
Tingkat penyelesaian pengobatan yang relatif rendah dan angka kematian yang tinggi pada orang kelahiran Denmark yang bukan penasun mungkin disebabkan oleh determinan sosial kesehatan, ujar para peneliti. Para peneliti menyimpulkan bahwa pada negara dengan prevalensi TB yang rendah, upaya skrining dan pencegahan harus difokuskan pada ODHIV dengan determinan sosial, negara asal, atau status penggunaan narkoba suntik yang menempatkan mereka berisiko tinggi tertular TB.
Tautan ke berita lengkap: Tuberculosis Risk Drops 6 Months After Starting Antiretroviral Treatment, Danish Study Finds
Tautan ke artikel terkait: Effectiveness, cost-effectiveness, and positive externalities of integrated chronic care for adults with major depressive disorder in Malawi (IC3D): a stepped-wedge, cluster-randomised, controlled trial

