Kematian Akibat Overdosis di Eropa: Nitazenes Memicu Peningkatan Kasus Overdosis di Sejumlah Negara

Kematian Akibat Overdosis di Eropa: Nitazenes Memicu Peningkatan Kasus Overdosis di Sejumlah Negara

Overdose deaths in Europe: new EUDA resource flags cocaine, nitazenes and polysubstance use as growing concerns

Nitazene opioid menarik perhatian banyak pihak karena diklaim lebih poten dan lebih kuat dbandingkan morfin dan fentanil. Zat ini juga terlibat dalam wabah keracunan lokal di seluruh Eropa. Di Estonia, kematian akibat narkoba mengalami peningkatan dari 82 kasus (tahun 2022) menjadi 119 kasus (tahun 2023). Nitazene, sebagian besar metonitazene dan protonitazene, terlibat dalam lebih dari separuh kasus kematian tersebut (52%). Latvia mengalami peningkatan yang lebih tajam, dari 63 kematian pada tahun 2022 menjadi 154 pada tahun 2023. Nitazene ditemukan pada dua pertiga (66%) kasus. Sistem pemantauan berlapis dan alat deteksi sinyal menunjukkan bahwa kematian akibat nitazene di kedua negara ini mungkin telah melewati puncaknya. Namun, kematian dan toksisitas akut terkait nitazene juga telah dilaporkan di beberapa negara lain, termasuk Prancis, Jerman, Swedia, dan Norwegia.

Tautan ke berita lengkap: Overdose deaths in Europe: new EUDA resource flags cocaine, nitazenes and polysubstance use as growing concerns

Tautan ke artikel ilmiah: Nitazenes: The Emergence of a Potent Synthetic Opioid Threat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *