Orang dengan gangguan psikotik seperti skizofrenia sering mengalami kesulitan kognitif, termasuk masalah dengan atensi, konsentrasi, dan memori. Kesulitan kognitif tersebut seringkali menjadi gejala awal yang muncul sebelum onset psikosis. Dalam sebuah penelitian yang didanai oleh NIMH, para peneliti mengidentifikasi hubungan yang konsisten antara konektivitas otak dan fungsi kognitif para orang dengan psikosis tahap awal dan pada orang yang berisiko tinggi mengalami psikosis di kemudian hari.
Hasil penelitian ini dapat membantu peneliti dan klinisi untuk lebih memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan psikosis, agar dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi dini dan pengobatan yang lebih baik.
Tim peneliti melakukan analisis komprehensif pada koneksi syaraf partisipan, atau connectome, untuk mengidentifikasi hubungan yang kokoh antara konektivitas otak dan atensi. Atensi diukur menggunakan tugas auditori yang secara khusus dikembangkan untuk menilai perhatian berkelanjutan pada orang dengan atau berisiko mengalami gangguan psikotik.
Tugas tersebut mengukur 3 aspek atensi: kewaspadaan, memori, dan kemampuan untuk mengelola gangguan. Secara keseluruhan, para peneliti menganalisis data dari 96 peserta HCP-EP dengan psikosis dini dan 213 partisipan NAPLS2 yang berisiko mengalami psikosis.
Hubungan yang konsisten antara konektivitas otak dan kognisi merujuk ke sirkuit otak yang spesifik yang mungkin berkontribusi terhadap kesulitan kognitif pada orang dengan gangguan psikotik, bahkan sebelum mereka mengalami psikosis.
Namun, hubungan tersebut tidak memberikan bukti akan hubungan kausal. Para peneliti menyarankan bahwa studi eksperimental yang menggunakan teknik stimulasi otak noninvasif dapat membantu menentukan apakah perubahan pada sirkuit otak tersebut berdampak secara langsung pada performa kognitif. Jika demikian, sirkuit tersebut dapat berfungsi sebagai target khusus untuk intervensi terapeutik.
Tautan ke berita lengkap: Brain Connectivity Linked With Cognition in People With Early Psychosis
Tautan ke artikel terkait: Robust Brain Correlates of Cognitive Performance in Psychosis and Its Prodrome

