Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (Seri – 3)

Apa saja strategi pencegahan berbasis bukti ilmiah? Bagaimana strategi tersebut dilakukan, dan kegiatan apa saja yang termasuk di dalamnya?

Program pencegahan berbasis bukti ilmiah didisain untuk mencegah penggunaan narkoba dan dampak negatifnya. Sebagian besar strategi tersebut didisain untuk dilakukan dalam setting khusus, untuk kelompok umur tertentu, dan untuk populasi khusus. Program pencegahan bertujuan untuk:

  • Mengurangi faktor risiko dan memperkuat faktor pelindung
  • Membantu orang menghindari atau menunda onset penggunaan narkoba
  • Menghentikan penggunaan narkoba berkembang menjadi penggunaan narkoba berisiko tinggi atau gangguan penyalahgunaan narkoba
  • Mengurangi dampak risiko terkait penggunaan dan penyalahgunaan narkoba, seperti cedera atau infeksi.

Program pencegahan dapat dikategorisasikan sebagai universal (pendekatan luas bagi masyarakat umum atau bagi setiap orang dalam setting tertentu); terpilih (bagi individu atau kelompok dengan faktor risiko bagi gangguan penyalahgunaan narkoba yang diketahui), atau terindikasi (bagi individu dengan perilaku yang mengindikasikan mereka berisiko mengalami gangguan penyalahgunaan narkoba).

Program pencegahan juga umumnya didisain untuk memenuhi kebutuhan orang pada tahap kehidupan tertentu – periode prenatal, kanak-kanak dini, remaja, atau dewasa – dan dalam setting spesifik seperti rumah, kantor dokter, dan komunitas.

  • Program berbasis keluarga membantu orangtua dan pengasuh lainnya mengakses sumber daya dan keterampilan terhubung dengan hasil yang lebih baik dalam hal penggunaan narkoba pada anak-anak. Program ini dapat mencakup, contoh, the Nurse-Family Relationship, intervensi keterampilan pengasuhan yang intensif yang menyediakan kunjungan rumah oleh perawat bagi orangtua baru dan calon orangtua, atau kelas pengasuhan untuk mendidik pengasuh mengenai perkembangan anak usia dini dan cara membangun hubungan yang hangat dan suportif dengan anak-anak. Temukan lebih lanjut tentang “parent and caregive resources” dari the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMSHA), dan dari the U.S. Drug Enforcement Administration, termasuk publikasi “Growing Up Drug Free: A Parent’s Guide to Substance Use Prevention”.
  • Program berbasis sekolah membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, kognitif, dan keterampilan menolak-narkoba serta memberikan informasi akurat mengenai narkoba. Program tersebut memberikan pelatihan terkait keterampilan sosial dan emosional, menghubungkan remaja berisiko dengan mentor yang positif, atau mengkoordinasikan kegiatan pasca-jam sekolah. Contoh program ini meliputi Good Behavior Game (https://goodbehaviorgame.air.org/about_gbg.html) dan Classroom-Centered Intervention (https://crimesolutions.ojp.gov/ratedprograms/classroom-centered-intervention-reduce-risk-substance-use). Lihat laman NIDA untuk resources for parents and educators (https://nida.nih.gov/research-topics/parents-educators).
  • Program berbasis komunitas melibatkan pemimpin dan organisasi masyarakat untuk mengidentifikasi dan menangani faktor risiko tingkat lokal terkait penggunaan narkoba dan memfasilitasi langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya. Program ini meliputi Communities that Care (https://www.communitiesthatcare.net/) yang mengidentifikasi dan menerapkan intervensi berbasis bukti ilmiah yang tepat bagi kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki komunitas.
  • Program spesifik populasi membantu kelompok-kelompok orang dengan keadaan atau karakteristik yang serupa untuk mengatasi tantangan unik yang ada dan meningkatkan kekuatan unik yang dapat mempengaruhi dampak dari penggunaan narkoba. Contoh, program bagi orang muda yang menjadi tuna wisma dapat memberikan tempat tinggal, edukasi, dan layanan kesehatan untuk membantu melawan faktor risiko bagi penggunaan narkoba baru ataupun yang memburuk.
  • Strategi pencegahan dalam setting layanan kesehatan membantu klinisi menentukan apakah pasien berisiko mengalami gangguan penyalahgunaan narkoba dan menghubungkan mereka ke perawatan dan layanan lainnya yang dapat membantu (Mitchell, 2013). Strategi ini mencakup kegiatan seperti skrining sebagai bagian dari kunjungan layanan primer pediatrik rutin. NIDA menyediakan dua alat skrining online singkat berdasarkan bukti ilmiah (https://nida.nih.gov/nidamed-medical-health-professionals/screening-tools-prevention/screening-tools-adolescent-substance-use/adolescent-substance-use-screening-tools) yang dapat digunakan penyedia layanan kesehatan untuk menilai risiko gangguan penyalahgunaan narkoba (substance use disorder; SUD) pada remaja usia 12 – 17 tahun, yaitu the Screening to Brief Intervention (S2BI) dan the Brief Screener for Tobacco, Alcohol, and other Drugs (BSTAD).
  • Program-program tersebut juga dapat disesuaikan untuk setting tempat kerja dan peradilan. Contoh, penelitian yang didanai NIDA meneliti cara-cara untuk mengurangi penggunaan narkoba () di kalangan anak muda yang terlibat dalam kasus peradilan di komunitas pedesaan.

Baca lebih lanjut mengenai cara NIDA memajukan ilmu pengetahuan tentang strategi pencegahan yang efektif (https://nida.nih.gov/research-topics/prevention#_How_is_NIDA).

Sumber: NIDA. 2023, September 14. Prevention. Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/prevention on 2025, November 28

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *