Tonya Cross Hansel, Jennifer L Murphy, Grace L Whaley, Leia Y Saltzman

Abstrak
Tujuan Tinjauan: Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengeksplorasi efek psikologis dari bencana pada anak-anak dan remaja 20 tahun setelah Badai Katrina.
Hasil Temuan Terkini: Meskipun terjadi kehancuran yang luas serta trauma, banyak remaja menunjukkan ketahanan seiring waktu. Angka stres pasca-trauma cukup tinggi, dimana hampir setengah dari remaja yang terdampak menunjukkan peningkatan gejala. Angka tersebut berangsur menurun seiring waktu, akan tetapi, depresi, kecemasan, dan kesepian seringkali berlangsung lebih lama. Prediktor kunci adalah rendahnya kesehatan mental ditambah dengan trauma yang terjadi serta keterbatasan sumber daya, sementara ketahanan didukung oleh keterampilan koping dan sistem dukungan. Sekolah memainkan peranan penting baik untuk deteksi dini dan intervensi kesehatan mental yang berkelanjutan. Sejak Badai Katrina, teknologi muncul sebagai alat bantu yang sangat berharga untuk mengurangi isolasi dan memberikan akses ke sumber daya kesehatan mental. Hasil penelitian menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan yang disesuaikan dengan perkembangan anak, yang mengintegrasikan sekolah, keluarga, komunitas, dan teknologi untuk menumbuhkan ketahanan dan pemulihan pada remaja pasca-bencana.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40987942/
Kalimat Kutipan: Hansel TC, Murphy JL, Whaley GL, Saltzman LY. Lessons from Hurricane Katrina: Psychological Recovery, Mental Health and Resilience in Children and Adolescents Post-Disaster. Curr Psychiatry Rep. 2025 Dec;27(12):697-703. doi: 10.1007/s11920-025-01641-5. Epub 2025 Sep 24. PMID: 40987942.

