Social Jet Lag Has Detrimental Effects

Social Jet Lag Has Detrimental Effects on Hallmark Characteristics of Adolescent Brain Structure, Circuit Organization and Intrinsic Dynamics

Matthew Risner, Eliot S Katz, Catherine Stamoulis

Abstrak

Tujuan Penelitian: Meneliti hubungan antara social jet lag dan otak remaja yang sedang berkembang.

Metode Penelitian: N = 3.507 remaja (median usia (IQR) = 12,01 (1,1) tahun; 50,95 remaja perempuan) yang merupakan partisipan dalam kohort the Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD). Social jet lag (disesuaikan dengan hutang tidur (SJLSC) versus tidak disesuaikan (SJL)), sifat topologi dan dinamika intrinsik jaringan keadaan istirahat, serta karakteristik morfometrik otak dianalisis.

Hasil Penelitian: Lebih dari 35% partisipan memiliki SJLSC ≥2,0 jam. Anak laki-laki, remaja Hispanik dan non-Hispanik kulit hitam, dan/atau mereka yang berada pada tahap pubertas lanjut memiliki SJLSC yang lebih lama (β=0,06 hingga 0,68, CI=[0,02, 0,83], p≤0,02), yang juga dikaitkan dengan BMI yang lebih tinggi (β=0,13, CI=[0,08, 0,18], p<0,01). SJLSC dan SJL dikaitkan dengan kekuatan koneksi talamus yang lebih rendah (β=-0,22, CI=[-0,39, -0,05], p=0,03). SJLSC yang lebih panjang juga dikaitkan dengan ketahanan topologi yang lebih rendah dan konektivitas jaringan saliens yang lebih rendah (β=-0,04, CI=[-0,08, -0,01], p=0,04), serta ketebalan dan/atau volume struktur yang tumpang tindih dengan jaringan ini dan jaringan lain yang mendukung pemrosesan emosi dan penghargaan serta fungsi sosial yang lebih rendah (β=-0,08 hingga -0,05, CI=[-0,12, -0,01], p<0,05). SJL yang lebih panjang dikaitkan dengan konektivitas dan efisiensi jaringan perhatian dorsal yang lebih rendah (β=-0,05, CI=[-0,10, -0,01], p<0,05). Terakhir, SJLSC dan SJL dikaitkan dengan perubahan aktivitas otak yang terkoordinasi secara spontan. Transfer informasi yang lebih rendah antara wilayah yang mendukung integrasi sensorimotor, fungsi sosial, dan regulasi emosi (β=-0,07 hingga -0,05, CI=[-0,12, -0,01], p<0,04).

Kesimpulan: Pola tidur yang tidak teratur berkaitan dengan perubahan luas pada struktur otak remaja, organisasi sirkuit, dan dinamika wilayah otak yang berperan penting dalam fungsi kognitif (termasuk fungsi sosial), serta regulasi emosi dan penghargaan.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41358909/

Kalimat Kutipan: Risner M, Katz ES, Stamoulis C. Social Jet lag Has Detrimental Effects on Hallmark Characteristics of Adolescent Brain Structure, Circuit Organization and Intrinsic Dynamics. Sleep. 2025 Dec 8:zsaf392. doi: 10.1093/sleep/zsaf392. Epub ahead of print. PMID: 41358909.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *