LA-ART sebagai alat untuk mencapai tujuan Ending the HIV Epidemic

Long-acting cabotegravir/rilpivirine, lenacapavir, and ibalizumab use among person with HIV-1 viremia at a Ryan White-funded clinic in the urban U.S. South

Jonathan A ColasantiAmalia AldredgeLarisa V Niles-CarnesEudiah OchiengPriyasha PareekVickie RobinsonErica AndersonMary CastanedaHilary SprallingBradley L SmithJeri SumitaniEric Paul LeueCaitlin A MoranMeredith LoraWendy S ArmstrongLauren F Collins 

Abstrak

Latar Belakang: Orang dengan HIV (ODHIV) dengan viremia yang berada dalam terapi antiretroviral (ART) oral dapat mencapai supresi virus (viral suppression; VS) menggunakan ART yang bekerja jangka panjang (long-acting-ART; LA-ART). Peningkatan pendekatan ini masih belum optimal, khususnya di wilayah-wilayah dengan beban HIV tertinggi.

Metode Penelitian: Kami melakukan tinjauan retrospektif pada ODHIV yang memulai LA-ART (cabotegravir/rilpivirine [CAB/RPV] ± lenacapavir [LEN] ± ibalizumab [IBA]) dengan viremia (≥50 c/mL) yang mengikuti program yang didanai Ryan White di perkotaan di wilayah Selatan AS antara 14/4/2021-31/8/2024. Untuk ODHIV yang menerima ≥3 suntikan LA-CAB/RPV hingga akhir masa tindak lanjut (31/12/2024) dilakukan penilaian untuk pencapaian VS (<50 c/mL).

Hasil Penelitian: 81 ODHIV dengan viremia memulai LA-ART. 93% teridentifikasi sebagai kulit hitam, 40% adalah perempuan cis/trans, usia median (Q1-Q3) adalah 38 (30-49) tahun dan pendapatan $25.000/tahun ($20-33.000/tahun). Median (Q1-Q3) tahun sejak diagnosis HIV adalah 15,5 (8,8-20,5) dan 46% memiliki riwayat kondisi oportunistik. Pada awal LA-ART (56 CAB/RPV; 22 CAB±RPV+LEN; 3 CAB±RPV+LEN+IBA), viral load median (Q1-Q3) adalah 4,0 (2,9-4,8) log10 dan CD4+ 186 (62-420) sel/μL. Dari 79 ODHIV yang tetap aktif, 73 (92%) mencapai VS setelah median (Q1-Q3) satu (1-2) suntikan, dengan peningkatan CD4 menjadi 353 (187-501) sel/μL. Selain itu, dua mengalami kegagalan virologi dengan resistensi obat; empat mengalami viremia persisten tanpa resistensi (>200 c/mL [n=2]; 50-200 c/mL [n=2]). Dari 645 suntikan LA-CAB/RPV (500 Q4 minggu; 145 Q8 minggu), 635 (98%) diberikan tepat waktu; semua pemberian LEN (43/43) dan IBA (37/37) diberikan tepat waktu.

Kesimpulan: :Pada kelompok ODHIV terbesar di AS bagian Selatan dengan viremia yang memulai LA-ART, 92% mencapai VS meskipun terdapat hambatan signifikan terhadap pelayanan dan beban penyakit, menggarisbawahi LA-ART sebagai alat untuk membantu mencapai tujuan Ending the HIV Epidemic.

Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40747944/                                             

Kalimat Kutipan: Colasanti JA, Aldredge A, Niles-Carnes LV, Ochieng E, Pareek P, Robinson V, Anderson E, Castaneda M, Spralling H, Smith BL, Sumitani J, Paul Leue E, Moran CA, Lora M, Armstrong WS, Collins LF. Long-acting cabotegravir/rilpivirine, lenacapavir, and ibalizumab use among persons with HIV-1 viremia at a Ryan White-funded clinic in the urban U.S. South. Clin Infect Dis. 2025 Aug 1:ciaf425. doi: 10.1093/cid/ciaf425. Epub ahead of print. PMID: 40747944.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *