Diagnosis Disforia Gender (Seri 2)

Disforia Gender

Seri 2: Diagnosis disforia gender

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision (DSM-5-TR) meliputi diagnosis menyeluruh mengenai disforia gender dengan kriteria khusus yang terpisah bagi anak-anak pre-pubertas dan bagi remaja dan orang dewasa.

DSM-5-TR mendefinisikan disforia gender pada remaja dan orang dewasa sebagai ketidaksesuaian yang nyata antara ekspresi gender seseorang dengan gender yang ditetapkan baginya, yang berlangsung setidaknya selama 6 bulan, sebagaimana ditunjukkan oleh setidaknya dua dari hal berikut:

  • Ketidaksesuaian yang nyata antara ekspresi gender seseorang dengan karakteristik seks primer dan/atau sekunder (atau, pada remaja muda, karakteristik seks sekunder yang diantisipasi)
  • Keinginan kuat untuk menghilangkan karakteristik seks primer dan/atau sekunder yang dimiliki, karena adanya ketidaksesuaian yang nyata dengan ekspresi gender (atau, pada remaja muda, keinginan untuk mencegah perkembangan karakteristik seks sekunder yang diantisipasi)
  • Keinginan kuat untuk memiliki karakteristik seks primer dan/atau sekunder dari gender yang lain
  • Keinginan kuat untuk menjadi gender yang lain (atau gender alternatif lain yang berbeda dari gender yang ditetapkan saat lahir)
  • Keinginan kuat untuk diperlakukan sebagai gender yang lain (atau gender alternatif lain yang berbeda dari gender yang ditetapkan saat lahir)
  • Keyakinan kuat bahwa seseorang memiliki perasaan dan reaksi yang khas dari gender yang lain (atau gender alternatif lain yang berbeda dari gender yang ditetapkan saat lahir)

Untuk memenuhi kriteria diagnosis tersebut, kondisi juga harus memiliki asosiasi dengan tekanan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya.

DSM-5-TR mendefinisikan disforia gender pada anak-anak sebagai ketidaksesuaian yang nyata antara ekspresi gender dan gender yang ditetapkan saat lahir berlangsung selama setidaknya 6 bulan, sebagaimana ditunjukkan oleh setidaknya enam dari hal berikut:

  • Keinginan kuat untuk menjadi gender lain atau bersikeras bahwa dirinya adalah gender lain (atau gender alternatif yang berbeda dari gender yang ditetapkan saat lahir)
  • Pada anak laki-laki (berdasarkan gender yang ditetapkan saat lahir), terdapat preferensi kuat untuk mengenakan pakaian lawan jenis atau meniru cara berpakaian perempuan; atau pada anak perempuan (berdasarkan gender yang ditetapkan saat lahir), terdapat preferensi kuat untuk hanya mengenakan pakaian yang lazimnya dikenakan laki-laki serta penolakan keras untuk mengenakan pakaian yang lazimnya dikenakan perempuan
  • Preferensi kuat untuk mengambil peran gender yang berlawanan dalam permainan imajinasi atau fantasi
  • Preferensi kuat terhadap mainan, permainan, atau aktivitas yang secara stereotip dikaitkan dengan atau dilakukan oleh gender lain
  • Preferensi kuat untuk memiliki teman bermain dari gender lain
  • Pada anak laki-laki (berdasarkan gender yang ditetapkan saat lahir), terdapat penolakan kuat terhadap mainan, permainan, dan aktivitas yang lazimnya dikaitkan dengan laki-laki, serta menghindari permainan fisik yang kasar; atau pada anak perempuan (berdasarkan gender yang ditetapkan saat lahir), terdapat penolakan kuat terhadap mainan, permainan, dan aktivitas yang lazimnya dikaitkan dengan perempuan
  • Rasa tidak suka yang kuat terhadap anatomi seksual diri sendiri
  • Keinginan kuat untuk memiliki karakteristik seksual fisik yang sesuai dengan gender yang dirasakan oleh individu tersebut

Sebagaimana halnya dengan kriteria diagnostik untuk remaja dan orang dewasa, kondisi tersebut juga harus berasosiasi dengan tekanan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/gender-dysphoria/what-is-gender-dysphoria     

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *