Gangguan Penggunaan Opioid (Seri 1)

Obat-Obatan Bagi Gangguan Penggunaan Opioid

Seri 1: Gangguan penggunaan opioid (opioid use disorder; OUD) dan pengobatannya

Apa yang dimaksud dengan gangguan penggunaan opioid?

Gangguan penggunaan opioid merupakan kondisi medis yang kronis, kompleks, dan dapat diobati dimana penderitanya akan pulih. Seseorang didiagnosis dengan OUD jika mengalami dua atau lebih gejala dan perilaku, yang berkaitan dengan penggunaan opioid mereka, yang tercantum dalam the American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5).

Contoh, menggunakan opioid dengan dosis lebih banyak atau durasi lebih lama dari biasanya, mengalami keinginan kuat untuk menggunakan opioid (craving/mengidam), terus menggunakan opioid meskipun mengetahui bahwa penggunaannya menimbulkan masalah, atau mengalami gejala putus obat ketika berhenti menggunakan opioid. untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hal ini lihat topik penelitian NIDA mengenai “Addiction Science” (https://nida.nih.gov/research-topics/addiction-science).

Pengobatan bagi gangguan penggunaan opioid (medications for opioid use disorder; MOUD)

Terdapat pengobatan yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA. Obat-obatan tersebut dapat membantu orang berhenti atau mengurangi penggunaan opioid, dan membantu mengobati gejala putus obat yang terjadi ketika pengguna opioid berhenti menggunakannya. Obat-obatan tersebut juga dapat mengurangi craving opioid tanpa menciptakan efek kenikmatan yang kuat seperti opioid. obat-obatan ini meliputi metadon, buprenorfin, dan nalokson. Obat lainnya, lofexidine, juga tersedia untuk mengobati gejala-gejala putus opioid.

Tautan ke materi lengkap:

NIDA. 2025, March 20. Medications for Opioid Use Disorder. Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/medications-opioid-use-disorder on 2026, October 2

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *