Steven K Grinspoon, Kathleen V Fitch, Markella V Zanni, Carl J Fichtenbaum, Triin Umbleja, Judith A Aberg, Edgar T Overton, Carlos D Malvestutto, Gerald S Bloomfield, Judith S Currier, Esteban Martinez, Jhoanna C Roa, Marissa R Diggs, Evelynne S Fulda, Kayla Paradis, Stephen D Wiviott, Borek Foldyna, Sara E Looby, Patrice Desvigne-Nickens, Beverly Alston-Smith, Jorge Leon-Cruz, Sara McCallum, Udo Hoffmann, Michael T Lu, Heather J Ribaudo, Pamela S Douglas; REPRIEVE Investigators
Abstrak
Latar Belakang: Risiko penyakit kardiovaskular meningkat pada orang yang hidup dengan infeksi HIV, sehingga diperlukan data terkait strategi pencegahan primer pada populasi ini.
Metode Penelitian: Pada uji klinis fase 3 ini, kami mengacak7.769 partisipan dengan infeksi HIV, yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular rendah-sedang dan sedang menjalani terapi antiretroviral, ke dalam kelompok intervensi yang menerima pitavastatin calsium harian (dosis 4 mg) atau kelompok placebo. Hasil utamanya adalah munculnya penyakit kardiovaskular, yang didefinisikan sebagai gabungan dari kematian akibat kardiovaskular, infark miokard, rawat inap akibat angina yang tidak stabil, stroke, serangan iskemik transien, iskemia arteri perifer, revaskularisasi, atau kematian akibat penyebab yang tidak dapat ditentukan.
Hasil Penelitian: Usia rata-rata partisipan adalah 50 tahun (rentang interkuartil, 45-55); jumlah rata-rata CD4 sebesar 621 sel/mm3 (rentang interkuartil, 448-827), dan nilai HIV RNA berada di bawah kuantifikasi pada 5.250 dari 5.997 peserta (87,5%) dari data yang tersedia. Uji klinis ini dihentikan lebih awal untuk mengetahui efikasinya setelah median tindak lanjut selama 5,1 tahun (rentang interkuartil, 4,3-5,9). Insiden kardiovaskular adalah 4,81 per 1.000 orang-tahun pada kelompok pitavastatin dan 7,32 per 1.000 orang-tahun pada kelompok placebo (hazard ratio, 0.65; 95% confidence interval [CI], 0.48 to 0.90; P = 0.002). gejala yang berhubungan dengan otot terjadi pada 91 partisipan (2,3%) di kelompok pitavastatin dan pada 53 partisipan (1,4%) di kelompok placebo; diabetes melitus terjadi pada 206 partisipan (5,3%) di kelompok pitavastatin dan pada 155 (4,0%) di kelompok plasebo.
Kesimpulan: Partisipan dengan infeksi HIV yang menerima pitavastatin memiliki risiko rendah mengalami kejadian kardiovaskular dibandingkan dengan partisipan di kelompok placebo pada median tindak lanjut 5,1 tahun.
(Didanai oleh the National Institutes of Health dan lainnya; REPRIEVE ClinicalTrials.gov: NCT02344290.).
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37486775/
Kalimat Kutipan:
Grinspoon SK, Fitch KV, Zanni MV, Fichtenbaum CJ, Umbleja T, Aberg JA, Overton ET, Malvestutto CD, Bloomfield GS, Currier JS, Martinez E, Roa JC, Diggs MR, Fulda ES, Paradis K, Wiviott SD, Foldyna B, Looby SE, Desvigne-Nickens P, Alston-Smith B, Leon-Cruz J, McCallum S, Hoffmann U, Lu MT, Ribaudo HJ, Douglas PS; REPRIEVE Investigators. Pitavastatin to Prevent Cardiovascular Disease in HIV Infection. N Engl J Med. 2023 Aug 24;389(8):687-699. doi: 10.1056/NEJMoa2304146. Epub 2023 Jul 23. PMID: 37486775; PMCID: PMC10564556.

