Cognitive therapy for the prevention of suicide attempts: a randomized controlled trial
Gregory K Brown, Thomas Ten Have, Gregg R Henriques, Sharon X Xie, Judd E Hollander, Aaron T Beck

Abstrak
Konteks: Upaya bunuh diri merupakan faktor risiko utama untuk kejadian bunuh diri, namun hanya ada segelintir intervensi yang didisain secara khusus untuk mencegah upaya bunuh diri yang telah dievaluasi.
Tujuan Penelitian: Untuk menentukan efektivitas intervensi terapi kognitif 10-sesi yang didisain untuk mencegah upaya bunuh diri berulang pada orang dewasa yang mencoba bunuh diri baru-baru ini.
Disain, Setting, dan Partisipan Penelitian: Randomized controlled trial (uji coba terkontrol dan acak) pada orang dewasa (N = 120) yang mencoba bunuh diri dan dievaluasi di IGD rumah sakit dalam kurun waktu 48 jam setelah upaya bunuh diri terjadi. Calon partisipan (N = 350) direkrut secara berurutan dari Oktober 1999 hingga September 2002, 66 orang menolak berpartisipasi dan 164 orang tidak memenuhi syarat penelitian. Partisipan ditindaklanjuti selama 18 bulan.
Intervensi: Terapi kognitif atau peningkatan perawatan rutin dengan layanan rujukan dan lacak.
Pengukuran Dampak Utama: Insidens upaya bunuh diri berulang dan jumlah hari hingga upaya bunuh diri berulang terjadi. Ide bunuh diri (dikotomi), rasa putus asa, dan tingkat keparahan depresi pada bulan ke-1, ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-18.
Hasil Penelitian: Dari baseline hingga penilaian bulan ke-18, 13 partisipan (24,1%) dalam kelompok terapi kognitif dan 23 partisipan (41,6%) dalam kelompok perawatan biasa melakukan setidaknya 1 kali percobaan bunuh diri berikutnya (asymptotic z score, 1.97; P = .049). Dengan menggunakan metode Kaplan-Meier, estimasi probabilitas bebas upaya bunuh diri ulang dalam 18 bulan pada kelompok terapi kognitif adalah 0,76 (95% confidence interval [CI], 0.62-0.85) dan pada kelompok perawatan biasa adalah 0,58 (CI 95%, 0,44-0,70). Partisipan dalam kelompok terapi kognitif memiliki tingkat percobaan bunuh diri ulang yang secara signifikan lebih rendah (Wald chi2(1) = 3,9; P = 0,049) dan 50% lebih kecil kemungkinannya untuk mencoba bunuh diri ulang daripada Partisipan dalam kelompok perawatan biasa (hazard ratio, 0.51; 95% CI, 0.26-0.997).
Tingkat keparahan depresi yang dilaporkan sendiri secara signifikan lebih rendah untuk kelompok terapi kognitif dibandingkan kelompok perawatan biasa pada 6 bulan (P = 0,02), 12 bulan (P = 0,009), dan 18 bulan (P = 0,046). Kelompok terapi kognitif melaporkan rasa putus asa yang secara signifikan lebih sedikit daripada kelompok perawatan biasa pada 6 bulan (P = 0,045). Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok berdasarkan tingkat ide bunuh diri pada setiap titik penilaian.
Kesimpulan: Terapi kognitif terbukti efektif untuk mencegah upaya bunuh diri pada orang dewasa yang berupaya bunuh diri baru-baru ini.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16077050/
Kalimat Kutipan:
Brown GK, Ten Have T, Henriques GR, Xie SX, Hollander JE, Beck AT. Cognitive therapy for the prevention of suicide attempts: a randomized controlled trial. JAMA. 2005 Aug 3;294(5):563-70. doi: 10.1001/jama.294.5.563. PMID: 16077050.

