WONCA/WHO Primary Care Mental Health Factsheet
Apa yang dimaksud dengan layanan kesehatan primer?
Layanan kesehatan primer adalah tentang menyediakan “layanan kesehatan esensial” yang harus dapat diakses secara universal oleh individu dan keluarga di komunitas dan terletak di lokasi sedekat mungkin dengan lingkungan tempat tinggal dan kerja. Puskesmas merujuk kepada layanan yang berbasis pada kebutuhan populasi, yang sifatnya desentralisasi dan membutuhkan partisipasi aktif dari komunitas dan keluarga.
Menyediakan layanan kesehatan jiwa di level puskesmas melibatkan diagnosis dan pengobatan bagi orang dengan gangguan jiwa; menerapkan strategi untuk mencegah gangguan jiwa dan memastikan bahwa tenaga kesehatan (nakes) puskesmas dapat menerapkan kemampuan ilmu perilaku dan psikososial, contoh, interview, keterampilan konseling dan interpersonal, dalam tugas harian mereka dalam rangka meningkatkan dampak kesehatan menyeluruh di layanan kesehatan primer.
Layanan kesehatan jiwa primer terintegrasi merupakan pelengkap terhadap layanan kesehatan jiwa level sekunder dan tersier (lihat lembar informasi “optimal mix of service”), seperti layanan rumah sakit umum (rawat inap singkat, dan layanan konsultasi penghubung ke departemen medis lainnya), yang dapat menangani episode akut penyakit jiwa dengan baik, namun tidak memberikan solusi bagi pasien dengan penyakit kronis yang mungkin berakhir dengan admission-discharge-admission (revolving door syndrome) kecuali didukung dengan layanan kesehatan primer komprehensif atau layanan komunitas.
Mengintegrasikan layanan kesehatan spesialis – seperti layanan kesehatan jiwa – ke dalam layanan kesehatan primer merupakan salah satu rekomendasi WHO bagi layanan kesehatan fundamental.
Dasar bagi integrasi layanan kesehatan jiwa ke dalam layanan kesehatan primer
• Mengurangi stigma bagi orang dengan gangguan jiwa serta keluarganya
• Meningkatkan akses ke layanan
• Mengurangi kronisitas dan meningkatkan integrasi sosial, baik bagi orang dengan gangguan jiwa maupun keluarganya
• Perlindungan HAM
• Hasil kesehatan yang lebih baik bagi orang yang dirawat di layanan kesehatan primer
• Meningkatkan kapasitas SDM untuk kesehatan jiwa
Tantangan yang perlu ditaklukkan untuk mencapai integrasi yang sukses
Integrasi layanan kesehatan jiwa memerlukan perencanaan yang seksama dan terdapat sejumlah isu serta tantangan yang perlu ditangani.
Contoh:
– Investasi dalam pelatihan bagi staf untuk mendeteksi dan mengobati gangguan jiwa
– Pelatihan tersebut perlu, secara menyeluruh, membahas keengganan nakes primer terkait gangguan jiwa
– Isu ketersediaan waktu
– Supervisi terhadap staf layanan kesehatan primer yang cukup
– Pemerintah perlu memerhatikan isu manajemen SDM kunci di layanan kesehatan primer – kondisi kerja yang baik, gaji, sumber daya, dan dukungan dalam melaksanakan tugas yang penuh tuntutan.
WHO mengeluarkan rekomendasi penting bagi integrasi
– Analisa situasi awal
– Membangun SDM serta struktur /jejaring yang telah ada
– Pendanaan
– Penggambaran yang jelas akan gangguan jiwa
– Pelatihan dan kompetensi SDM
– Rekrutmen/edukasi staf baru layanan kesehatan primer
– Ketersediaan obat-obatan terkait
– Supervisi dan dukungan bagi staf layanan kesehatan primer
– Sistem rujukan yang efektif dan koordinasi atau kolaborasi jejaring
– Pendekatan lintas sektor dan hubungan dengan layanan komunitas, baik formal maupun informal
– Sistem pencatatan bagi monev
Tautan ke artikel lengkap: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2777553/
Kalimat kutipan: What is primary care mental health?: WHO and Wonca Working Party on Mental Health. Ment Health Fam Med. 2008 Mar;5(1):9-13. PMID: 22477841; PMCID: PMC2777553.

