Apa yang dimaksud dengan asidosis laktat?
Asidosis laktat adalah kondisi yang disebabkan oleh penimbunan asam laktat di dalam darah. Kondisi ini merupakan hal yang langka namun merupakan efek samping yang berat dari sejumlah obat HIV yang berasal dari golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI).
Perempuan dan orang yang mengalami obesitas memiliki peningkatan risiko mengalami asidosis laktat jika mereka minum obat HIV golongan NRTI.
Meskipun asidosis laktat merupakan efek samping langka dari NRTI, kondisi tersebut dapat mengancam jiwa. Kabar baiknya, kemungkinan terjadinya asidosis laktat jauh lebih kecil pada golongan NRTIs baru dibandingkan dengan golongan NRTIs yang lama.
Apa saja gejala asidosis laktat?
Asidosis laktat seringkali berkembang secara bertahap. Tanda-tanda awal asidosis laktat meliputi kelelahan, mual, muntah, dan penurunan berat badan. Gejala-gejala tersebut tidak tampak serius, namun dapat menjadi penanda pertama asidosis laktat yang mengancam jiwa. Jika Anda sedang minum obat HIV, selalu beri tahu dokter Anda mengenai gejala apapun yang Anda alami – bahkan gejala ringan sekalipun.
Asidosis laktat dapat berkembang secara cepat. Tanda-tanda asidosis laktat yang mengancam jiwa meliputi:
> Denyut jantung di atas normal,
> Napas cepat,
> Kulit dan bagian putih dari mata menguning (penyakit kuning), dan
> Kelemahan
Jika Anda mengonsumsi obat HIV dan mengalami tanda-tanda tersebut, segera dapatkan bantuan medis.
Apa pengobatan untuk asidosis laktat?
Dokter memantau ODHIV yang minum obat HIV untuk mengetahui efek samping, seperti asidosis laktat. Jika obat HIV menyebabkan asidosis laktat, obat tersebut harus segera dihentikan penggunaannya. Namun demikian, berhenti menggunakan obat HIV yang menyebabkan asidosis laktat tidak berarti menghentikan pengobatan HIV. Pemilihan obat HIV untuk menggantikan obat yang menimbulkan kondisi ini bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Kabar baiknya, ada banyak obat HIV yang dapat disertakan dalam rejimen pengobatan HIV.
Poin-Poin Penting:
Asidosis laktat adalah kondisi yang disebabkan oleh penimbunan asam laktat di dalam darah. Kondisi ini merupakan hal yang langka namun merupakan efek samping yang berat dari sejumlah obat HIV yang berasal dari golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Kabar baiknya, kemungkinan terjadinya asidosis laktat jauh lebih kecil pada golongan NRTIs baru dibandingkan dengan golongan NRTIs yang lama.
Tanda-tanda awal asidosis laktat meliputi kelelahan, mual, muntah, dan penurunan berat badan. Gejala-gejala tersebut tidak tampak serius, namun dapat menjadi penanda pertama asidosis laktat yang mengancam jiwa.
Tanda-tanda asidosis laktat yang mengancam jiwa meliputi denyut jantung di atas normal, napas cepat, kulit dan bagian putih dari mata menguning (penyakit kuning), dan kelemahan. Jika Anda mengonsumsi obat HIV dan mengalami tanda-tanda tersebut, segera dapatkan bantuan medis.
Jika obat HIV menyebabkan asidosis laktat, obat tersebut harus segera dihentikan penggunaannya. Namun demikian, berhenti menggunakan obat HIV yang menyebabkan asidosis laktat tidak berarti menghentikan pengobatan HIV. Pemilihan obat HIV untuk menggantikan obat yang menimbulkan kondisi ini bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.
Tautan ke artikel asli: https://hivinfo.nih.gov/understanding-hiv/fact-sheets/hiv-and-lactic-acidosis

