Apa saja pengobatan untuk ketergantungan tembakau?
Terdapat banyak perawatan efektif untuk membantu perokok berhenti merokok, seperti terapi perilaku dan obat-obatan yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA untuk tujuan tersebut. Farmakoterapi yang disetujui oleh FDA meliputi beragam bentuk terapi penggantian nikotin dan juga bupropion dan varenicline. Banyak penelitian mengindikasikan bahwa para perokok yang menerima kombinasi perawatan perilaku dan obat-obatan untuk berhenti merokok memiliki tingkat berhenti merokok yang lebih tinggi dibandingkan dengan perokok yang menerima intervensi minimal. Intervensi seperti saran singkat dari penyedia layanan kesehatan, saluran bantuan telepon, pesan teks otomatis, dan materi cetak untuk membantu diri sendiri juga dapat membantu seseorang berhenti merokok. Intervensi berhenti merokok yang menggunakan perangkat seluler dan media sosial juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan penghentian penggunaan tembakau. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah perawatan berhenti merokok perlu dipersonalisasi semaksimal mungkin, karena sejumlah perokok merokok untuk menghindari efek negatif gejala putus obat, sementara perokok lainnya lebih terdorong oleh aspek penghargaan dari merokok.
Prevalensi penggunaan dan ketergantungan tembakau pada remaja – serta dampak neurobiologist dan konsekuensi medis dari paparan nikotin – menunjukkan bahwa bentuk layanan primer pediatrik sebaiknya memberikan layanan perawatan berhenti merokok yang ditujukan baik bagi kaum muda maupun orangtua yang menggunakan tembakau. Pedoman klinis terbaru tidak merekomendasikan obat-obatan bagi upaya berhenti merokok untuk remaja karena kurangnya bukti ilmiah yang tersedia; namun, kombinasi dari perawatan perilaku – seperti motivational enhancement dan CBT – telah menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk membantu para remaja berhenti merokok. Lebih banyak penelitian mengenai penghentian merokok, yang didisain dengan baik, perlu dilakukan pada perokok remaja, khususnya di bidang perawatan farmakologis untuk ketergantungan nikotin.
Terapi perilaku
Konseling perilaku umumnya diberikan oleh para ahli di bidang berhenti merokok sebanyak 4 – 8 sesi. Baik konseling tatap muka maupun melalui telepon ditemukan memberikan manfaat bagi pasien yang menggunakan obat-obatan untuk berhenti merokok. Beragam pendekatan untuk konseling berhenti merokok tersedia.
- CBT
CBT membantu pasien mengidentifikasi pemicu – orang, tempat, dan hal lainnya yang memicu perilaku – dan mengajarkan pasien keterampilan pencegahan relaps (mis., teknik relaksasi) dan strategi koping yang efektif untuk menghindari merokok ketika menghadapi kondisi yang penuh tekanan dan pemicu. Sebuah penelitian yang membandingkan CBT dengan edukasi kesehatan dasar menemukan bahwa kedua intervensi tersebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap nikotin. Namun, penelitian lainnya menemukan bahwa pada perokok yang mencoba berhenti merokok dengan menggunakan koyo terapi penggantian nikotin (nicotine replacement therapy; NRT), pasien yang berpartisipasi dalam 6 sesi CBT kelompok yang intensif memiliki angka berhenti merokok yang lebih baik dibandingkan perokok yang menerima 6 sesi edukasi kesehatan umum.
- Motivational interviewing (MI)
Dalam MI, konselor membantu pasien mengeksplorasi dan mengatasi ambivalensi mereka mengenai berhenti merokok dan meningkatkan motivasi mereka untuk membuat perubahan yang sehat. MI berfokus pada pasien dan tidak konfrontatif, dan penyedia layanan kesehatan menunjukkan perbedaan antara tujuan atau nilai pasien dengan perilaku mereka saat ini. Konselor menyesuaikan diri dengan penolakan pasien terhadap perubahan dan mendukung efikasi diri dan optimisme. Banyak penelitian mengenai MI menunjukkan bahwa intervensi ini menghasilkan angka berhenti merokok yang tinggi dibandingkan saran singkat untuk berhenti merokok atau layanan biasa.
- Mindfulness (kesadaran)
Pada perawatan berhenti merokok yang berbasis pada kesadaran, pasien belajar untuk meningkatkan kesadaran dan melepaskan diri dari sensasi, pikiran, dan craving yang dapat mengarah ke relaps. Dalam terapi ini, pasien sengaja memperhatikan pikiran yang memicu keinginan dan dorongan untuk merokok dan secara kognitif membingkainya kembali sebagai hal yang diharapkan dan dapat ditoleransi. Pasien belajar teknik yang membantu mereka mentoleransi emosi negatif – termasuk stres dan craving – tanpa kembali merokok ataupun perilaku tidak sehat lainnya. Minat terhadap perawatan berbasis kesadaran mengalami peningkatan dalam dekade terakhir, dan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan manfaat bagi kesehatan jiwa secara keseluruhan dan dapat membantu mencegah relaps merokok. Namun, diperlukan uji klinis yang terkontrol dengan baik.
- Dukungan layanan telepon berhenti merokok
Sebagai bagian dari upaya pengendalian tembakau, semua negara bagian menyediakan nomor telepon bebas pulsa (atau quitline) dengan konselor berhenti merokok yang menyediakan informasi dan dukungan (800-QUIT-NOW atau 800-784-8669; hanya untuk wilayah AS). Studi tentang intervensi quitline menunjukkan bahwa perokok yang menghubungi quitline mendapatkan manfaat dari layanan ini, khususnya ketika konselor menghubungi mereka kembali untuk beberapa sesi. Hanya terdapat sedikit bukti ilmiah mengenai jumlah panggilan optimal yang dibutuhkan, tetapi perokok yang berpartisipasi dalam tiga panggilan atau lebih memiliki kemungkinan lebih besar untuk berhenti, dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima materi edukasi, saran singkat, atau farmakoterapi saja. Quitline juga terbukti membantu penghentian penggunaan tembakau tanpa asap. The U.S. Department of Health and Human Services menyediakan Smoking Quitline (877-44U-QUIT atau 877-448-7848; hanya untuk wilayah AS), serta informasi dan alat bantu lebih lanjut untuk berhenti (termasuk pesan teks dan dukungan berbasis telepon lainnya) di https://smokefree.gov/.
- Pesan teks, layanan berbasis web, dan dukungan media sosial
Teknologi, termasuk telepon seluler, internet, dan platform media sosial dapat digunakan untuk menyediakan intervensi berhenti merokok. Teknologi ini memiliki kekuatan untuk meningkatkan akses ke perawatan dengan memperluas kerja konselor dan mengatasi hambatan geografis yang dapat menghalangi orang untuk menjalani perawatan.
Tinjauan literatur mengenai intervensi berhenti merokok berbasis teknologi (internet, komputer pribadi, dan telepon seluler) menemukan bahwa dukungan ini dapat meningkatkan kemungkinan orang dewasa berhenti merokok, dibandingkan dengan tanpa intervensi atau informasi swadaya, dan dapat menjadi tambahan yang hemat biaya untuk perawatan lain. Teknologi tidak harus baru atau sangat canggih untuk membantu meningkatkan angka berhenti merokok. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang menerima dorongan, saran, dan kiat berhenti merokok melalui pesan teks—kemampuan yang bahkan ada di perangkat seluler paling dasar—menunjukkan tingkat berhenti merokok yang lebih baik dibandingkan dengan program pada kelompok kontrol.
Di antara pengguna tembakau dewasa yang menghubungi saluran berhenti merokok negara bagian, sebagian besar memilih program berhenti merokok terpadu melalui telepon/web daripada intervensi khusus web. Peserta yang memilih opsi khusus web cenderung menjadi perokok yang lebih muda dan lebih sehat, dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi. Peserta ini cenderung berinteraksi secara intens dengan situs tersebut sekali, tetapi tidak terlibat kembali sebanyak mereka yang memilih kombinasi telepon/web. Tinjauan terhadap program berhenti merokok berbasis internet untuk orang dewasa menunjukkan bahwa intervensi berbasis internet interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat membantu orang berhenti merokok selama 6 bulan atau lebih. Penelitian di masa mendatang perlu menentukan efektivitas berbagai teknologi untuk dukungan berhenti merokok pada populasi yang sulit dijangkau, termasuk mereka yang berstatus sosial ekonomi rendah dan orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun.
Intervensi penghentian berbasis teknologi khususnya relevan bagi dewasa muda berusia 18 – 25 tahun—sekitar 3,2 juta di antaranya merokok setiap hari pada tahun 2016. Tinjauan sistematis dan meta-analisis dari penelitian dengan disain randomisasi yang dipublikasikan mengenai intervensi berbasis teknologi—termasuk program komputer, internet, telepon, dan pesan teks—untuk penghentian merokok di antara populasi ini menemukan bahwa intervensi tersebut meningkatkan pantangan sebanyak 1,5 kali lipat dari subjek pembanding.Para peneliti merekomendasikan untuk melekatkan intervensi berhenti merokok di platform jejaring sosial yang umum digunakan, dan terdapat sejumlah pekerjaan eksplorasi di area ini. Hasil dari sebuah penelitian dengan jumlah peserta yang relatif kecil menunjukkan bahwa Facebook adalah platform yang mudah diakses dan berbiaya rendah untuk melibatkan dewasa muda yang mempertimbangkan untuk berhenti merokok. Namun, penelitian tersebut menunjukkan tantangan seperti mempertahankan partisipasi dan mempertahankan kaum muda dalam program tersebut. Sebuah peneltian randomisasi terkontrol telah dirancang untuk menguji intervensi berhenti merokok berbasis tahapan di Facebook yang dirancang khusus untuk perokok berusia 18 – 25 tahun. Peserta akan direkrut secara online, secara acak dimasukkan ke dalam grup Facebook sesuai dengan kesiapan mereka untuk berhenti, dan akan menerima pesan harian dan konseling mingguan yang disesuaikan. Penelitian ini akan menilai dampak intervensi terhadap abstinens merokok pada bulan ke-3, ke-6, dan ke-12 setelah perawatan, jumlah batang rokok yang dihisap, upaya berhenti yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dan komitmen untuk abstinens.
Obat-obatan
- Nicotine Replacement Therapy (NRT)
Berbagai macam formulasi NRT nikotin tersedia secara bebas—termasuk koyo transdermal, semprotan, permen karet, dan tablet hisap—dan sama efektifnya untuk menghentikan kebiasaan merokok. NRT menstimulasi reseptor otak yang menjadi target nikotin, membantu meredakan gejala putus nikotin dan keinginan untuk mengonsumsi nikotin yang berujung pada relaps. Banyak orang menggunakan NRT untuk membantu mereka melewati tahap awal berhenti merokok, dan mereka yang memiliki kecanduan nikotin yang lebih parah dapat memperoleh manfaat dari pengobatan jangka panjang. Penggunaan NRT meningkatkan hasil penghentian merokok, dan penambahan terapi perilaku semakin meningkatkan angka berhenti merokok. Kombinasi pemberian nikotin berkelanjutan melalui koyo transdermal dan bentuk lain nikotin yang diminum sesuai kebutuhan (misalnya, tablet hisap, permen karet, semprotan hidung, inhaler) terbukti lebih efektif dalam meredakan gejala putus obat dan keinginan merokok daripada satu jenis NRT. Para peneliti memperkirakan bahwa NRT meningkatkan angka berhenti merokok hingga 50 – 70%. Penggunaan koyo hingga 24 minggu terbukti aman.
- Bupropion
Bupropion (immediate-release dan extended-release) awalnya disetujui sebagai antidepresan. Obat ini bekerja dengan menghambat penyerapan kembali zat kimia otak norepinefrin dan dopamin serta merangsang pelepasannya. Bupropion ditemukan meningkatkan angka berhenti merokok dibandingkan dengan plasebo dalam studi follow-up jangka pendek dan jangka panjang dan diindikasikan untuk upaya berhenti merokok. Obat ini sama efektifnya dengan NRT.
- Varenicline
Varenicline membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi nikotin dengan menstimulasi reseptor alpha-4 beta-2 nicotinic tetapi pada tingkat yang lebih rendah daripada nikotin. Obat ini meningkatkan kemungkinan untuk berhasil berhenti merokok dibandingkan dengan upaya tanpa bantuan. Varenicline meningkatkan kemungkinan untuk berhenti merokok dibandingkan dengan plasebo, dan beberapa penelitian menemukan bahwa obat ini lebih efektif daripada bentuk tunggal NRT dan bupropion. Dalam bentuk layanan primer, 44% pasien yang mengonsumsi varenicline, baik sendiri atau dikombinasikan dengan konseling, tidak merokok ketika dinilai pada fase tindak lanjut 2 tahun. Pasien yang berpartisipasi dalam terapi kelompok dan mematuhi pengobatan lebih mungkin untuk tetap tidak merokok. Penelitian juga menunjukkan bahwa obat ini mungkin lebih efektif daripada bupropion.
- Kombinasi obat-obatan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan NRT dengan obat-obatan lain dapat memfasilitasi berhenti merokok. Misalnya, sebuah meta-analisis menemukan bahwa kombinasi varenicline dan NRT (terutama, menyediakan koyo nikotin sebelum penghentian) lebih efektif daripada varenicline saja. Demikian pula, menambahkan bupropion ke NRT juga meningkatkan angka berhenti merokok. Bagi perokok yang tidak dapat mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap secara signifikan dengan menggunakan koyo NRT, menggabungkan bupropion extended-release dan varenicline lebih efektif daripada plasebo, terutama bagi pria dan mereka yang sangat bergantung pada nikotin.
- Antidepresan lainnya
Selain bupropion, sejumlah obat antidepresan lain juga terbukti efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok, terlepas dari efek antidepresannya, dan dianggap sebagai pengobatan lini kedua. Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa nortriptyline sama efektifnya dengan NRT. Meskipun nortriptyline mungkin memiliki efek samping pada sejumlah pasien, penelitian kecil mengenai penggunaannya dalam penghentian kebiasaan merokok belum melaporkan adanya efek samping. Para peneliti belum mengamati dampak selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine, paroxetine, dan sertraline) terhadap kebiasaan merokok, baik sendiri maupun dalam kombinasi dengan NRT.
- Precision Medicine
Para peneliti telah terus menguji berbagai cara untuk mempersonalisasikan pengobatan berdasarkan perbedaan biologis individu yang penting, termasuk perbedaan genetik. Bidang farmakogenetik meneliti bagaimana gen memengaruhi respons terapeutik terhadap pengobatan, menyediakan informasi penting untuk membantu menyesuaikan farmakoterapi bagi individu demi manfaat yang maksimal. Misalnya, orang memetabolisme nikotin dengan kecepatan yang berbeda karena adanya variasi pada beberapa gen. Individu yang memetabolisme nikotin dengan cepat merokok lebih banyak, menunjukkan ketergantungan yang lebih besar, dan mengalami kesulitan yang lebih besar untuk berhenti. Variasi genetik tersebut memengaruhi respons terapeutik terhadap NRT dan pengobatan berhenti merokok lainnya. Sebuah studi baru-baru ini membandingkan tingkat abstinens 1 minggu setelah pengobatan untuk orang dengan metabolisme nikotin yang lambat, normal, dan cepat yang secara acak diberikan plasebo, NRT, atau varenicline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varenicline bekerja paling baik untuk orang dengan metabolisme nikotin normal, sedangkan koyo NRT paling efektif untuk orang dengan metabolisme lambat.
Obat-obatan yang menjanjikan dan penelitian yang berlangsung
NIDA mendukung penelitian untuk mengembangkan dan meningkatkan pilihan pengobatan terkini untuk menghentikan kebiasaan merokok berdasarkan pemahaman yang berkembang tentang neurobiologi adiksi. Di bidang pengobatan, penelitian difokuskan pada reseptor yang menjadi target nikotin dan sirkuit serta area otak yang diketahui memengaruhi konsumsi nikotin. Target baru pada otak — termasuk sistem pensinyalan orexin dan glutamate — juga menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk perawatan dengan obat-obatan. Penggunaan kembali obat-obatan yang sudah ada di pasaran untuk indikasi lain juga dapat terbukti bermanfaat dalam pencarian terapi baru untuk menghentikan kebiasaan merokok. Pendekatan ini telah berhasil di masa lalu, karena bupropion merupakan antidepresan yang sudah mapan sebelum FDA menyetujuinya sebagai obat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Salah satu kandidat saat ini adalah N-acetylcysteine, obat untuk overdosis asetaminofen, yang telah menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai pengobatan untuk berbagai gangguan penggunaan zat — termasuk ketergantungan nikotin. Pendekatan lain yang dapat mencegah relaps dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam studi awal adalah vaksin nikotin, yang akan menghasilkan antibodi yang mencegah nikotin mencapai otak.
Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
Stimulasi magnetik transkranial (TMS) merupakan pendekatan yang relatif baru yang sedang diteliti untuk mengobati kecanduan. Pendekatan ini merupakan intervensi fisiologis yang noninvasif merangsang aktivitas saraf di area otak yang ditargetkan menggunakan medan magnet. Beberapa denyut TMS yang diberikan secara berurutan disebut sebagai repetitive TMS (rTMS). FDA telah menyetujui dua perangkat rTMS untuk pengobatan depresi pada orang dewasa.
Penelitian tentang rTMS sebagai pengobatan untuk berhenti merokok masih dalam tahap awal tetapi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Di antara perokok dewasa yang tidak dapat berhenti merokok dengan pengobatan lain, pengobatan TMS frekuensi tinggi secara signifikan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. Menggabungkan TMS frekuensi tinggi dengan paparan isyarat merokok meningkatkan efektivitas dan meningkatkan tingkat abstinens keseluruhan menjadi 44% pada akhir perawatan. Enam bulan setelah perawatan, 33% peserta tetap abstinens merokok. Uji klinis terkontrol acak di masa mendatang dengan jumlah pasien yang besar diperlukan untuk menetapkan keberhasilan TMS sebagai perawatan berhenti merokok.
Surgeon General’s Report tentang Berhenti Merokok
The Surgeon General’s Report on Smoking Cessation, yang dirilis pada Januari 2020, memberikan bukti bahwa penghentian merokok bermanfaat pada usia berapa pun, meningkatkan status kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup. Hal ini juga mengurangi risiko kematian dini dan dapat menambah harapan hidup hingga satu dekade.
Berhenti Merokok bagi Wanita Hamil
Mengingat risiko yang terkait dengan merokok selama kehamilan, tetapi juga tantangan yang dihadapi oleh semua perokok ketika mencoba berhenti, para peneliti telah mempelajari serangkaian pendekatan untuk meningkatkan angka berhenti merokok pada populasi ini. Banyak wanita termotivasi untuk berhenti selama kehamilan, tetapi seperti perokok lainnya, sebagian besar membutuhkan bantuan.
Penelitian menunjukkan bahwa terapi perilaku efektif, sedangkan farmakoterapi hanya menunjukkan sedikit keberhasilan. Kombinasi insentif dan konseling perilaku paling efektif untuk wanita hamil. Menambahkan voucher ke perawatan rutin (yang mencakup terapi penggantian nikotin gratis selama 10 minggu dan empat panggilan telepon dukungan mingguan) meningkatkan tingkat penghentian lebih dari dua kali lipat selama kehamilan. Hasil gabungan dari studi intervensi perilaku menunjukkan bahwa perawatan berhenti merokok mengurangi kelahiran prematur dan proporsi bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, dibandingkan dengan perawatan biasa. Temuan ini didukung oleh analisis hasil gabungan dari studi dengan wanita perokok yang hamil dan kurang beruntung secara ekonomi, yang menemukan bahwa insentif berbasis voucher meningkatkan pertumbuhan janin yang diperkirakan melalui sonografis, berat lahir, persentase kelahiran dengan berat badan lahir rendah, dan durasi menyusui.
Tautan ke artikel asli:
- https://nida.nih.gov/research-topics/tobacconicotine-vaping
- https://nida.nih.gov/research-topics/commonly-used-drugs-charts#TobaccoNicotineandVaping
- https://nida.nih.gov/publications/research-reports/tobacco-nicotine-e-cigarettes/introduction
Kalimat kutipan:
NIDA. 2020, January 1. Introduction. Retrieved from https://nida.nih.gov/publications/research-reports/tobacco-nicotine-e-cigarettes/introduction on 2025, February 19

