Eco-emotions and Psychoterratic Syndromes: Reshaping Mental Health Assessment Under Climate Change
Paolo Cianconi, Batul Hanife, Francesco Grillo, Sophia Betro’, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Luigi Janiri

Abstrak
Aktivitas manusia seperti emisi gas rumah kaca, polusi, dan deforestasi sebagian besar bertanggung jawab atas perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Iklim merupakan sistem yang kompleks dan para ilmuwan berupaya keras untuk memprediksi, mencegah, dan mengatasi masalah-masalah tersebut agar tidak mencapai titik kritis. Ancaman bagi umat manusia tidak hanya bersifat fisik (misalnya, gelombang panas, banjir, kekeringan) tetapi juga psikologis, terutama bagi sejumlah kelompok. Ketidakamanan, bahaya, kekacauan, dan sistem yang tidak stabil akibat perubahan iklim memiliki dampak psikologis jangka pendek dan jangka panjang. Dalam skenario ini, kebutuhan akan kategori psikologis baru muncul, yaitu eko-emosi dan sindrom psikoterratik yang mencakup kecemasan ekologi, kesedihan ekologis, kekhawatiran iklim, dan trauma iklim.
Makalah ini berfokus pada kategori-kategori baru ini, menyajikan ringkasan masing-masing kategori, termasuk definisi, hipotesis, pertanyaan, dan evaluasi testologis, sebagai alat yang bermanfaat untuk dikonsultasikan oleh para peneliti dan klinisi serta membantu mereka dalam proses terapi. Selain itu, makalah ini berupaya membedakan antara stres psikologis yang menghasilkan dampak positif, seperti perilaku pro-lingkungan, dibandingkan dengan stres yang mengarah pada psikopatologi. Strategi pencegahan dan intervensi, termasuk dukungan sosial dan komunitas, sangat penting untuk membantu mengatasi dan memitigasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan mental.
Sebagai kesimpulan, krisis iklim mengarah kepada peningkatan signifikan dalam jumlah penelitian tentang perubahan iklim dan konsekuensinya terhadap kesehatan jiwa. Para peneliti dan klinisi harus bersiap diri untuk menilai fenomena kompleks ini dan memberikan bantuan kepada mereka yang tidak dapat melakukan koping terhadap rasa cemas dan duka iklim.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37396973/
Kalimat Kutipan: Cianconi P, Hanife B, Grillo F, Betro’ S, Lesmana CBJ, Janiri L. Eco-emotions and Psychoterratic Syndromes: Reshaping Mental Health Assessment Under Climate Change. Yale J Biol Med. 2023 Jun 30;96(2):211-226. doi: 10.59249/EARX2427. PMID: 37396973; PMCID: PMC10303262.

