Antisocial Personality Disorder & Avoidant Personality Disorder
Antisocial Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Antisosial)
Gangguan kepribadian antisosial ditandai dengan perilaku egois, tidak bertanggung jawab, melanggar hukum, dan impulsive yang menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap hak-hak orang lain. Individu dengan gangguan ini mudah berbohong jika hal tersebut dapat memenuhi tujuan mereka. Agresi fisik merupakan hal yang umum terjadi. Masalah di tempat kerja dapat diakibatkan oleh telat masuk kantor, terlalu sering absen, tidak melakukan tugas kantor, atau tidak mematuhi aturan kerja yang berlaku.
Secara umum, individu dengan gangguan ini gagal mematuhi aturan aturan yang berlaku di masyarakat, baik melalui keterlibatan dalam kegiatan ilegal maupun gagal dalam memenuhi kewajiban. Contoh perilaku antisosial meliputi berhenti dari pekerjaan tanpa adanya kemungkinan pekerjaan yang lain, menghamburkan uang untuk hal yang tidak mendesak atau tidak diperlukan sehingga tidak mampu membayar keperluan rumah tangga seperti makanan, uang sewa, atau tagihan-tagihan lainnya.
Mengemudi secara ceroboh, terkena tilang karena mengebut, mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, dan mengabaikan langkah-langkah keselamatan yang disarankan merupakan contoh ketidakpedulian akan keselamatan diri dan orang lain. Individu dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya tidak merasa menyesal setelah menyakiti orang lain, sebaliknya mereka membenarkan atau merasionalisasikan perilaku mereka tersebut. Orang dengan gangguan ini tidak mematuhi norma-norma sosial, seringkali berbohong atau menipu orang lain, atau bertindak impulsif. Simak informasi lebih lanjut mengenai gangguan kepribadian antisosial di blog APA (https://www.psychiatry.org/News-room/APA-Blogs/Antisocial-Personality-Disorder-Often Overlooked)
Avoidant Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Menghindar)
Gangguan ini ditandai dengan rasa malu yang berlebihan yang berkaitan dengan rasa rendah diri dan sensitivitas terhadap penolakan serta kritik dari orang lain. Individu dengan gangguan ini sulit untuk berteman dan merasa tidak nyaman di situasi sosial. Bagi mereka, sulit untuk berbagi pikiran dan perasaan pribadi dalam ikatan hubungan yang erat karena takut akan direndahkan. Mereka cenderung merasa takut membuat kesan yang salah. Dan, mereka percaya bahwa mereka bukanlah orang yang menarik atau tidak menyenangkan untuk diajak bersama. Kekhawatiran mereka akan kritik dan penolakan mempengaruhi jenis karir yang mereka pilih (pekerjaan yang tidak melibatkan
banyak kontak dengan orang lain), atau kemajuan karir (menolak promosi atau kesempatan kerja yang membutuhkan banyak kontak dengan orang lain). Orang dengan gangguan kepribadian menghindar mungkin enggan untuk terlibat dengan orang lain kecuali jika mereka yakin akan disukai, mungkin terlalu terpaku pada kemungkinan dikritik atau ditolak, atau mungkin memandang diri mereka sendiri sebagai sosok yang tidak cukup baik atau tidak cakap secara sosial.
Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/patients-families/personality-disorders/what-are-personality-disorders

