Gangguan Bipolar (Sesi 2)

Gangguan Bipolar Tipe I

Gangguan bipolar tipe I didiagnosis ketika seseorang mengalami episode manik. Selama episode tersebut, orang dengan gangguan bipolar tipe I mengalami peningkatan energi dan perubahan suasana hati yang ekstrim, seperti merasa sangat senang atau sangat mudah tersinggung. Sejumlah orang dengan gangguan bipolar tipe I juga mengalami depresi atau episode hipomanik. Dan, kebanyakan orang dengan gangguan bipolar tipe I juga mengalami periode suasana hati yang netral.

Gejala Gangguan Bipolar Tipe I

Episode Manik

Episode manik merupakan episode, setidaknya selama 1 minggu, ketika seseorang menjadi sangat bersemangat atau sangat mudah tersinggung sepanjang hari dan sepanjang minggu, memiliki energi yang sangat berlebih dari biasanya, dan mengalami setidaknya tiga dari perubahan perilaku berikut:

  • Kurangnya kebutuhan untuk tidur (misal, merasa sangat berenergi meskipun waktu tidurnya sangat berkurang secara signifikan)
  • Peningkatan kecepatan bicara
  • Pikiran yang melaju tak terkendali atau gagasan maupun topik pembicaraan yang berubah dengan cepat.
  • Mudah teralihkan perhatiannya.
  • Peningkatan aktivitas (misalnya, rasa gelisah, mengerjakan beberapa kegiatan sekaligus).
  • Peningkatan perilaku berisiko atau impulsif (misalnya, mengemudi secara ugal-ugalan, belanja secara berlebihan, perilaku seksual bebas).

Perilaku di atas harus menunjukkan perubahan perilaku seseorang dari biasanya dan sangat jelas terlihat oleh teman dan keluarga. Gejala yang parah dapat mengakibatkan gangguan fungsi seseorang di tempat kerja, dalam keluarga, atau tanggung jawab dan aktivitas sosial. Gejala episode manik umumnya memerlukan perawatan di rumah sakit untuk menjamin keselamatan.

Selama episode manik yang parah, sejumlah orang juga mengalami pola pikir yang tidak teratur, keyakinan yang salah, dan/atau halusinasi, yang diketahui sebagai tampilan psikotik.

Episode Hipomanik

Episode hipomanik, atau himpomania, ditandari dengan gejala manik yang tidak terlalu parah dan hanya berlangsung selama empat hari berturut-turut, bukan seminggu. Gejala hipomanik tidak mengakibatkan masalah besar dalam fungsi sehari-hari seperti yang biasanya disebabkan oleh gejala manik.

Episode Depresif Berat

Episode depresif berat merupakan periode, setidaknya selama dua minggu, dimana seseorang mengalami rasa sedih atau putus asa yang intens atau kehilangan minat akan aktivitas yang biasanya dinikmatinya. Dan, orang yang mengalami episode depresif berat mengalami setidaknya empat dari hal-hal berikut:

  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah.
  • Kelelahan.
  • Peningkatan atau penurunan durasi tidur.
  • Peningkatan atau penurunan nafsu makan.
  • Kegelisahan (misalnya, mondar-mandir) atau perlambatan bicara maupun gerakan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sering memikirkan kematian atau bunuh diri.

Manajemen dan Perawatan

Gejala gangguan bipolar umumnya membaik dengan perawatan. Pengobatan merupakan landasan dalam perawatan gangguan bipolar, meskipun terapi bicara (psikoterapi) dapat membantu banyak pasien mengenai gangguan yang dialaminya dan patuh dalam perawatan, serta membantu mencegah episode suasana hati di masa depan.

Obat-obatan bagi gangguan ini dikenal sebagai “mood stabilizer” (misal, litium, antipsikotik atipikal) merupakan jenis obat-obatan yang paling sering diresepkan untuk gangguan bipolar. Meskipun cara kerja obat-obatan tersebut masih belum sepenuhnya dipahami, beberapa di antaranya diketahui mengubah eksitabilitas sel otak (misalnya litium), sementara yang lain memengaruhi sinyal neurotransmiter di otak (misalnya antipsikotik atipikal). Karena gangguan bipolar merupakan penyakit kronis dimana episode suasana hati muncul kembali, perawatan preventif berkelanjutan sangat direkomendasikan. Perawatan gangguan bipolar sangat individual. Orang dengan gangguan bipolar perlu mencoba beragam obat-obatan yang berbeda sebelum menemukan obat-obatan yang tepat untuk dirinya.

Dalam sejumlah kasus, ketika obat-obatan dan psikoterapi tidak membantu, pengobatan efektif yang disebut electroconvulsive therapy (ECT) dapat digunakan. ECT terdiri dari beberapa rangkaian pemberian arus listrik singkat pada kulit kepala saat pasien berada dalam kondisi terbius, yang memicu kejang singkat dan terkendali. Kejang yang dipicu oleh ECT diyakini dapat mengubah jalur sinyal di otak.

Karena gangguan bipolar dapat mengakibatkan masalah serius dalam kehidupan seseorang dan menimbulkan situasi keluarga yang penuh tekanan, anggota keluarga juga perlu mendapatkan bantuan profesional, khususnya advokasi kesehatan mental dan kelompok pendukung. Dari sumber-sumber tersebut, keluarga dapat mempelajari strategi koping, berpartisipasi aktif dalam perawatan, dan memperoleh dukungan.

Tautan ke artikel asli: https://www.psychiatry.org/Patients-Families/Bipolar-Disorders

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *