Stres dan Kurang Tidur Merubah Struktur dan Fungsi Otak

Increased stress, reduced sleep alter brain structure and function in children

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa variabel sosial-ekonomi (socioeconomic status; SES) – seperti peningkatan stres dan berkurangnya waktu tidur – memiliki hubungan yang kuat dengan struktur dan fungsi otak anak.

Dalam penelitian tersebut, Scott Marek et al. meneliti paparan mana (dari 649 variabel berbeda) yang sangat terkait dengan konektivitas fungsional dan ketebalan kortikal pada sampel anak berusia 9 – 10 tahun dari studi Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD).

Para peneliti menemukan bahwa gabungan faktor-faktor terkait dengan SES – seperti pendapatan keluarga dan peluang di lingkungan tempat tinggal – sangat terkait dengan konektivitas fungsional. Perbedaan-perbedaan terkait SES tersebut dalam konektivitas fungsional sangat kuat di wilayah otak yang mengatur proses sensorik dan motorik, dimana waktu layar (screen time) dan kurangnya waktu tidur – keduanya berhubungan dengan status sosial-ekonomi yang rendah – menunjukkan hubungan terkuat.

Para peneliti mereplikasi penelitian ini pada sampel dari UK Biobank (95% Inggris, Irlandia, atau latar belakang kulit putih lainnya). Dikombinasikan dengan analisis yang dikelompokkan berdasarkan latar belakang genetik pada sampel awal kelompok remaja, temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan otak yang terkait dengan faktor sosial-ekonomi tidak berhubungan dengan latar belakang genetik, menurut para penulis.

Tautan ke berita lengkap: Increased stress, reduced sleep alter brain structure and function in children    

Tautan ke artikel ilmiah terkait: Patterns of brain-wide associations reflect socioeconomics

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *