Bagaimana cara ganja mempengaruhi otak?
Ganja memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang di otak.
Efek Jangka Pendek
Ketika seseorang menghisap ganja, THC dengan cepat berpindah dari paru-paru ke aliran darah. Kemudian, darah membawa senyawa ini menuju otak dan organ lainnya di seluruh tubuh. Tubuh menyerap THC secara perlahan ketika orang memakan atau meminum ganja. Dalam hal ini, mereka umumnya merasakan efek ganja setelah 30 menit sampai dengan 1 jam.
THC bekerja pada reseptor sel otak tertentu yang biasanya bereaksi terhadap senyawa alami yang serupa dengan THC. Senyawa alami ini memiliki peran dalam fungsi dan perkembangan otak yang normal.
Ganja secara berlebihan mengaktivasi bagian otak yang mengandung reseptor ini dalam jumlah besar sehingga menyebabkan efek “high” yang dirasakan oleh penggunanya.
Efek lainnya meliputi:
• Indera yang berubah (misalnya, melihat warna yang lebih cerah)
• Sense of time yang berubah
• Perubahan suasana hati
• Gangguan gerakan tubuh
• Kesulitan dalam berpikir dan memecahkan masalah
• Gangguan ingatan
• Halusinasi (bila digunakan dalam dosis tinggi)
• Delusi (bila digunakan dalam dosis tinggi)
• Psikosis (risiko tertinggi terjadi pada penggunaan ganja yang poten secara teratur)
——————————————–
Sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana

