Tanaman ganja diselimuti oleh senyawa seperti rambut berukuran mikroskopik dan berbentuk seperti jamur yang disebut trikoma. Pertumbuhan ini mengelilingi bunga mariyuana dan menghasilkan kanabinoid. Beragam jenis trikoma dapat dikumpulkan.
Hasil pengumpulan tersebut – secara kolektif disebut konsentrat ganja – mengandung kadar tetrahidrokanabinol yang sangat tinggi, biasa disebut dengan THC, bahan psikotropika dalam mariyuana. Produk mariyuana yang kaya akan THC tersebut dapat diuapkan dan dihirup menggunakan pena vape atau melalui sebuah proses yang disebut dabbing (hirup).
Bagaimana konsentrat ganja dibuat?
Konsentrat mariyuana dapat dibuat di lingkungan komersial dengan peralatan modern atau dapat dibuat di rumah. Konsentrat ini dihasilkan melalui berbagai cara, seperti:
• Pengolahan kering
• Pengolahan es kering
• Pengolahan berbasis air
• Gabungan tekanan dan panas
• Menggunakan pelarut karbon dioksida yang tidak mudah terbakar
• Menggunakan pelarut yang mudah terbakar, seperti butana (cairan pemantik), propana, eter atau alkohol
Penggunaan pelarut yang mudah terbakar sangat popular karena produk tersebut mengandung kadar THC yang tinggi, penggunanya melaporkan efek yang tahan lama, dan merupakan metode produksi yang relatif efisien dan murah. Butana juga umum digunakan sebagai pelarut, menghasilkan konsentrat mariyuana yang poten, yaitu butane hash oil (BHO; minyak hash butane)
—————————————–
sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana-concentrates

