FAKTA TENTANG Konsentrat Ganja – Bagian 5
Poin-poin untuk diingat :
- Tanaman ganja diselimuti oleh senyawa seperti rambut berukuran mikroskopik dan berbentuk seperti jamur yang disebut trikoma yang mengelilingi tunas bunga ganja dan menghasilkan kanabinoid.
- Trikoma dikumpulkan untuk dibuat konsentrat, termasuk ekstrak dan olesan.
- Konsentrat dapat mengandung kadar THC yang tinggi, senyawa psikotropika dalam ganja.
- Konsentrat dapat diuapkan dan dihirup menggunakan pena vape atau dengan dabbing.
- Konsentrat dapat dibuat dalam setting komersial atau di rumah menggunakan sejumlah metode, termasuk pengolahan berbasis es kering dan air serta penggunaan pelarut.
- Penggunaan pelarut yang mudah terbakar, seperti butana, propana, eter atau alkohol merupakan metode yang populer karena menghasilkan kadar THC yang tinggi, efek yang tahan lama, dan relatif murah.
- Penggunaan butana sebagai pelarut menghasilkan konsentrat ganja yang poten yang dikenal dengan minyak hash butana (BHO)
- Paparan terhadap kadar THC yang tinggi meningkatkan risiko ketergantungan fisik dan kecanduan. Dosis THC yang tinggi cenderung menimbulkan kecemasan, agitasi, paranoia, dan psikosis.
- Kontaminasi pestisida dan sisa pelarut yang tidak sepenuhnya hilang selama proses produksi menimbulkan kekhawatirian. Orang yang menggunakan BHO cenderung menghirup butana dan kotoran lainnya bersama dengan THC yang menguap.
sumber : https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/cannabis-marijuana-concentrates

