Penyalahgunaan Narkoba dan Perilaku Seksual Berisiko

Ringkasan: Penyalahgunaan narkoba pada remaja dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko yang menempatkan remaja berisiko tertular HIV, IMS, dan kehamilan.Untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu menurunkan risiko dan meningkatkan faktor pelindung bagi remaja.  

Tinjauan

Menurut the Surgeon General’s Report mengenai Facing Addiction in America, penyalahgunaan zat seperti alkohol dan narkoba merupakan masalah yang berkembang di AS. Meskipun penyalahgunaan narkoba dapat terjadi di usia berapapun, masa remaja merupakan masa yang sangat berisiko.

Apa yang kita ketahui?

Penelitian yang dilakukan pada remaja menunjukkan hubungan antara penyalahgunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko. Perilaku tersebut meliputi pernah berhubungan seks, memiliki banyak pasangan seks, tidak menggunakan kondom, dan hamil sebelum usia 15 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa frekuensi penyalahgunaan narkoba meningkat, kecenderungan perilaku seks berisiko dan jumlah pasangan seks juga meningkat.

Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seks berisiko meningkat pada remaja yang mengonsumsi alkohol. Perilaku berisiko tersebut tertinggi pada pelajar yang menggunakan ganja, kokain, obat resep (seperti sedatif, opioid, stimulan), dan zat terlarang lainnya.

Remaja yang tidak menggunakan zat-zat tersebut cenderung untuk tidak melakukan perilaku seks berisiko.

Fakta cepat

Menurut the 2017 National Youth Risk Behavior Survey (YRBS), dari pelajar yang saat ini aktif secara seksual:

  • 19% minum alkohol atau menggunakan narkoba sebelum hubungan seksual terakhir.
  • 29% siswa SMA saat ini aktif secara seksual.
  • 40% siswa SMA pernah melakukan hubungan seksual.

(data AS)

Faktor risiko dan tindakan pencegahan

Penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks berisiko memiliki sejumlah faktor umum yang membuat remaja rentan terhadap perilaku tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari apakah pencetusnya dapat diketahui sejak dini – untuk membantu mengidentifikasi remaja yang paling berisiko.

Pendekatan pencegahan primer yang paling efektif mengatasi faktor risiko umum. Program pencegahan bagi penggunaan narkoba dan perilaku seks berisiko harus fokus pada individu, teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ketika lingkungan sekolah para siswa sudah suportif dan orangtua terlibat dalam kehidupan mereka, para siswa cenderung untuk tidak:

  • Mengonsumsi alkohol dan menggunakan narkoba
  • Terlibat dalam perilaku seks yang membuat mereka berisiko tertular HIV, IMS, atau kehamilan.

Faktor risiko umum bagi penggunaan narkoba dan perilaku seks berisiko

  • Faktor kekurangan ekonomi yang ekstrim (kemiskinan, kepadatan penduduk)
  • Riwayat keluarga dengan perilaku bermasalah; konflik keluarga; dan masalah pengelolaan keluarga.
  • Sikap orang tua yang mendukung perilaku bermasalah dan/atau keterlibatan orang tua dalam perilaku bermasalah.
  • Kurangnya keterlibatan orang tua yang positif.
  • Pergaulan dengan teman sebaya yang menggunakan narkoba.
  • Keterasingan dan pemberontakan.
  • Kurangnya keterhubungan dengan sekolah.

Tindakan pencegahan primer yang efektif menargetkan penggunaan narkoba dan perilaku seks berisiko agar lebih efektif

  • Program berbasis sekolah yang mempromosikan kompetensi sosial dan emosional.
  • Program perlawanan terhadap narkoba dan alkohol yang dipimpin oleh rekan sebaya.
  • Pelatihan keterampilan mengasuh anak.
  • Keterlibatan orang tua.
  • Program dukungan keluarga.

Hal yang dilakukan oleh CDC

CDC mengembangkan strategi untuk menangani penggunaan narkoba dan perilaku seks berisiko di kalangan remaja. Sejumlah upaya yang dilakukan mencakup:

  • Menganalisis lebih lanjut data dari YRBS dan School Health Profile.
  • Meningkatkan pertanyaan YRBS tentang opioid yang diresepkan dan zat lainnya.
  • Melaksanakan proyek 3 tahun yang disebut Teens Linked to Care (TLC). Proyek ini didukung oleh Hilton Foundation dan CDC Foundation. Proyek ini menilai kemampuan masyarakat pedesaan untuk memasukkan pencegahan penggunaan narkoba dan pencegahan risiko seksual dalam lingkungan sekolah.
  • Meneliti penggunaannarkoba pada remaja dan kaitannya dengan berbagai risiko dan perilaku.
  • Menganalisis kebijakan lokal dan negara bagian tentang pencegahan penggunaan narkoba pada remaja.

Artikel asli dapat dilihat di:: https://www.cdc.gov/youth-behavior/risk-behaviors/substance-use-sexual-risk-behaviors.html

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *