HIV drug resistance in a community‐randomized trial of universal testing and treatment: HPTN 071 (PopART)
Jessica M. Fogel, Ethan A. Wilson, Estelle Piwowar‐Manning, Autumn Breaud, William Clarke, Christos Petropoulos, Ayana Moore, Christophe Fraser, Barry Kosloff, Kwame Shanaube, Gert van Zyl, Michelle Scheepers, Sian Floyd, Peter Bock, Helen Ayles, Sarah Fidler, Richard Hayes, Deborah Donnell, Susan H. Eshleman, and for the HPTN 071 (PopART) Study Team
Abstrak
Latar Belakang: Tes dan Pengobatan HIV Universal (Universal HIV testing and treatment; UTT) memiliki manfaat individual dan kesehatan masyarakat. HPTN 071 (PopART), merupakan uji klinis acak di komunitas yang dilaksanakan di Zambia dan Afrika Selatan, membuktikan bahwa UTT menurunkan angka insidens HIV. Hasil penelitian ini dinilai dalam kelompok yang terdiri lebih dari 48.000 orang dewasa yang dipilih secara acak dalam komunitas studi. Kami menilai dampak UTT terhadap resisitensi obat pada kelompok ini dan membandingkannya dengan hasil terkait resistensi lainnya pada partisipan dengan infeksi baru versus infeksi lama.
Metode: Dua tahun setelah dimulainya HPTN 071 (2016 – 2017), 6.259 partisipan HIV positif dan 1.902 viremia (viral load >400 kopi/ml). Tes genotipe HIV dan obat ARV dilakukan pada partisipan yang viremia dalam tiga kelompok: serokonversi (terinfeksi < 1 tahun), non-serokonversi (terinfeksi > 1 tahun, subset acak), dan partisipan dengan durasi infeksi yang tidak diketahui (subset acak). Pendekatan berbasis klaster dua tahap digunakan untuk menilai dampak dari intervensi penelitian terhadap resistensi obat. Kegagalan pengobatan didefinisikan sebagai kondisi viremia dengan obat ARV yang terdeteksi. Partisipan diklasifikasikan sebagai belum pernah minum obat ARV (ARV naive) berdasarkan laporan diri dan tes obat ARV.
Hasil Penelitian: Hasil tes genotype diperoleh dari 758 partisipan (143 seroconverter; 534 non-seroconverter; dan 81 durasi infeksi tidak diketahui). Estimasi prevalensi resistensi di komunitas yang diteliti adalah 37% untuk seluruh partisipan dengan viremia dan 11% untuk partisipan HIV positif. Tidak ada hubungan antara UTT dengan resistensi obat. Resistansi terdeteksi pada 14% dari partisipan serokonversi dan 40,8% dari non-serokonversi (resistensi non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor:14% dan 39,9%; nucleoside/nucleotide reverse transcriptase inhibitor: 0,7% dan 15,5%; protease inhibitor: 0% dan 1,9%; resistensi multi-class: 0,7% and 16,1%, berurutan). Obat ARV terdeteksi pada /139 (1,4%) dari partisipan serokonversi dan 94/534 (17,6%) dari non-serokonversi yang diuji. Partisipan tersebut tergolong sebagai orang yang gagal menjalani ART; 88 (93,6%) dari partisipan non-serokonversi yang gagal menjalani ART mengalami resistansi. Mutasi yang digunakan untuk surveilans resistensi obat yang ditularkan (transmitted resistance) terdeteksi pada 10,5% partisipan serokonversi dan 15,1% partisipan non-serokonversi yang belum pernah menjalani ARV.
Kesimpulan: UTT tidak berhubungan dengan peningkatan resistensi obat dalam kelompok ini. Tingkat resistensi obat dan resistensi multi-class yang lebih tinggi diamati pada partisipan non-serokonversi dibandingkan dengan partisipan serokonversi.
Kata Kunci: ARV; Afrika; HIV prevention; clinical trials; drug resistance; transmitted drug resistance.
Tautan ke artikel lengkap: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35775502/
Kalimat Kutipan:
Fogel JM, Wilson EA, Piwowar-Manning E, Breaud A, Clarke W, Petropoulos C, Moore A, Fraser C, Kosloff B, Shanaube K, van Zyl G, Scheepers M, Floyd S, Bock P, Ayles H, Fidler S, Hayes R, Donnell D, Eshleman SH; HPTN 071 (PopART) Study Team. HIV drug resistance in a community-randomized trial of universal testing and treatment: HPTN 071 (PopART). J Int AIDS Soc. 2022 Jul;25(7):e25941. doi: 10.1002/jia2.25941. PMID: 35775502; PMCID: PMC9248006.

