Apa itu kratom?
“Kratom” merujuk kepada Mytragyna speciosa, pohon asli Asia Tenggara, dan kepada produk yang berasal dari daun pohon tersebut yang dijual sebagai suplemen herbal. Daun kratom mengandung banyak senyawa kimia (dikenal sebagai alkaloid bioaktif) yang dapat mempengaruhi tubuh. Senyawa yang paling banyak diteliti terkait dengan kratom adalah mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. (lihat Bagaimana cara senyawa kratom bekerja di otak?)
Masih banyak yang belum diketahui mengenai senyawa kimia terkait kratom, dampak kesehatan dan keselamatan jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan kratom dan potensi penggunaan kratom untuk tujuan terapeutik. NIDA mendukung dan melaksanakan penelitian tentang kratom dan senyawa kimia terkait untuk membantu menginformasikan kebijakan kratom dan pengambilan keputusan kesehatan terkait penggunaan kratom (lihat Bagaimana NIDA memajukan penelitian mengenai kratom?).
Meskipun kratom atau senyawa terkait lainnya belum disetujui oleh FDA sebagai zat yang aman dan efektif untuk penggunaan medis, banyak orang melaporkan penggunaan produk kratom untuk meredakan gejala putus obat dan craving (khususnya untuk opioid), untuk meredakan nyeri dan membantu mengelola masalah kesehatan jiwa. (lihat Mengapa orang menggunakan kratom?) NIDA khususnya tertarik mempelajari bagaimana penggunaan kratom dapat mempengaruhi penggunaan opioid, yang terus mendorong epidemic overdosis narkoba di AS.
Orang biasanya menggunakan kratom dengan cara menelan tanaman mentah dalam bentuk kapsul atau bubuk, mencampur bubuk kratom ke dalam makanan atau minuman, menyeduh daunnya sebagai teh, atau mengonsumsi ekstrak kratom cair. Orang yang menggunakan kratom melaporkan efek seperti stimulan (peningkatan energi, kewaspadaan, dan detak jantung yang cepat) dan efek yang serupa dengan opioid dan sedatif (relaksasi, pereda nyeri, dan kebingungan). Penelitian dan laporan kasus juga mengindikasikan efek samping yang jarang terjadi yang dikaitkan dengan kratom atau senyawa kratom individual. (lihat Bagaimana kratom mempengaruhi tubuh? Apakah kratom aman?)
Para antropolog melaporkan bahwa kratom telah digunakan di Asia Tenggara selama ratusan tahun sebagai obat serba guna dalam pengobatan tradisional, untuk meningkatkan kewaspadaan dan energi saat bekerja dan selama pertemuan sosial. Selama estimasi ruang lingkup penggunaan kratom beragam di AS, perluasan vendor kratom dan peningkatan laporan kasus menunjukkan penggunaan kratom menjadi lebih umum selama dua dekade terakhir.
Bagaimana cara kratom mempengaruhi tubuh?
Para peneliti masih mempelajari cara kratom dan senyawa kratom mempengaruhi tubuh, serta bagaimana penggunaan kratom jangka pendek dan jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan. Meskipun bukti berkembang cepat, penelitian awal telah mengungkap informasi penting tentang cara zat tersebut bekerja.
Efeknya bisa sangat bervariasi. Seperti zat lainnya, efek kratom bergantung pada jumlah yang digunakan, potensi (kekuatan dan konsentrasi), formulasi produk, cara mengonsumsi, zat lain dalam sistem tubuh seseorang, kondisi medis yang dimiliki seseorang, dan pengalaman seseorang sebelumnya dengan zat tersebut, di antara faktor-faktor lainnya. Yang terpenting, produk kratom bervariasi, jadi efeknya sulit diprediksi. Sejumlah produk kratom ditemukan mengandung kontaminan yang menghasilkan efek yang tidak terkait dengan kratom atau senyawa kratom saja. Pelajari lebih lamjut: Apakah kratom aman?
Kratom menghasilkan efek seperti stimulan dan opioid. Orang yang menggunakan kratom melaporkan efek seperti stimulan (peningkatan energi, kewaspadaan, dan detak jantung yang cepat) dan efek yang serupa dengan opioid dan sedative (relaksasi, pereda nyeri, dan kebingungan). Sementara banyak orang yang menggunakan kratom melaporkan bahwa dosis kecil produk kratom menghasilkan efek seperti stimulan dan dosis yang lebih besar menghasilkan efek seperti sedatif atau opioid, penelitian belum dapat menemukan bahwa efek tersebut bergantung pada jumlah atau metode kratom yang dikonsumsi.
Mitragynine, 7-hydroxymitragynine, dan senyawa kratom lainnya mempengaruhi efek tersebut. Efek produk kratom beragam dan bergantung pada konsentrasi dan kombinasi senyawa kratom tertentu dalam produk tersebut. Meskipun daun kratom mengandung banyak senyawa kimia yang mempengaruhi tubuh manusia, senyawa kratom yang paling banyak diteliti adalah mitragynine. Ketika ditelan, mitragynine dipecah menjadi senyawa lain yang disebut dengan 7-hydroxymitragynine, yang juga mempengaruhi tubuh dan menjadi subyek penting penelitian. Pelajari lebih lanjut: Bagaimana senyawa kratom bekerja di dalam otak?
Efek samping berkisar dari ringan hingga berat. Sejumlah orang yang menggunakan kratom melaporkan efek samping ringan, seperti mual, konstipasi, pusing, dan mengantuk. Dalam laporan kasus, dokter melaporkan melihat pasien dengan berbagai efek samping yang jarang terjadi namun serius yang terkait dengan paparan kratom – termasuk gejala mental dan neurologis (kebingungan, tremor, dan kejang), masalah jantung dan paru-paru (tekanan darah tinggi dan pernapasan lambat), masalah gastrointestinal (mual dan muntah) dan masalah hati. Sejumlah kecil kasus kematian terkait dengan produk kratom, dan hampir seluruh kasus melibatkan zat atau kontaminan lain. (Lihat: Apakah kratom aman?)
Interaksi obat dapat mempengaruhi efek. Penelitian menunjukkan banyak orang yang menggunakan kratom juga menggunakan zat lain dan memiliki kondisi yang memerlukan resep obat. Laporan kasus menunjukkan penggunaan kratom yang dikombinasikan dengan zat lain (terkadang disebut dengan penggunaan polizat) dapat menghasilkan efek samping yang parah, seperti gangguan hati atau bahkan kematian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami dampak penggunaan kratom yang dikombinasikan dengan zat lain. (Lihat: Apakah kratom aman?)
Efek kesehatan jangka panjang belum dipahami dengan baik. Karena penelitian kratom relatif baru dibandingkan dengan zat lain yang lebih umum digunakan, hanya ada sedikit bukti untuk menentukan bagaimana penggunaan kratom dapat mempengaruhi seseorang dari waktu ke waktu. Laporan kasus menunjukkan penggunaan kratom secara teratur dalam jangka panjang dan dalam jumlah yang besar dikaitkan dengan gangguan hati yang berat. Kasus-kasus tersebut tampaknya terjadi secara tidak terduga pada sebagian kecil orang yang menggunakan kratom, dan peran zat lain dan kondisi kesehatan yang mendasarinya masih belum jelas. (Lihat: Apakah kratom aman?) Para peneliti juga masih mempelajari seberapa sering dan seberapa jauh pengguna kratom mengalami gejala putus obat atau gejala gangguan penyalahgunaan narkoba yang terkait dengan penggunaan kratom. Pelajari lebih lanjut: Apakah kratom membuat ketagihan? Apakah orang bisa mengalami gejala putus obat karena kratom?
Penelitian mengenai potensi efek terapeutik kratom sedang berjalan. Para peneliti belum membuktikan bahwa kratom aman atau pun efektif untuk tujuan medis, meskipun kratom telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Banyak pengguna produk kratom melaporkan bahwa mereka menggunakannya untuk mengobati nyeri, kecemasan, depresi, rasa lelah, dan craving narkoba serta gejala putus obat (khususnya yang terkait dengan penggunaan opioid). NIDA mendukung dan melaksanakan penelitian mengenai penggunaan terapeutik kratom dan senyawa terkait. Pelajari lebih lanjut: Apakah kratom dapat digunakan sebagai obat?
Bagaimana senyawa kratom bekerja di dalam otak?
Daun kratom mengandung banyak senyawa kimia (dikenal sebagai alkaloid bioaktif) yang mempengaruhi tubuh. Senyawa terkait kratom yang paling banyak diteliti adalah mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Mitragynine ditemukan dalam daun kratom dan dipecah menjadi 7-hydroxymitragynine di dalam tubuh saat dicerna. Keduanya mengaktivasi reseptor mu-opioid (struktur molekuler tertentu pada permukaan sel saraf), namun efek yang ditimbulkan hanya separuh dari efek opioid, seperti heroin atau oksikodon.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mitragynine dan 7-hydroxymitragynine tidak menimbulkan sejumlah efek samping yang lebih serius yang umumnya dikaitkan dengan penggunaan opioid – seperti depresi pernapasan (kesulitan bernapas) – yang dapat terjadi selama overdosis opioid yang mengancam jiwa. Para ilmuwan juga mengamati bahwa mitragynine dapat mengikat ke reseptor adrenergik, serotonin, dan dopamine yang bertanggung jawab atas sejumlah efek gairah yang dialami oleh sejumlah pengguna kratom.
Pemahaman lebih baik mengenai dimana dan bagaimana senyawa kratom bekerja di dalam otak merupakan bidang aktif penelitian yang didanai oleh NIDA. Penelitian dasar ini memiliki peran penting dalam mengidentifikasi efek kesehatan kratom serta potensinya untuk penggunaan terapeutik. Pelajari lebih lanjut: Bagaimana NIDA memajukan penelitian mengenai kratom?
Bagaimana NIDA memajukan penelitian mengenai kratom?
Penelitian ilmiah mengenai kratom relatif baru dibandingkan dengan penelitian pada zat yang umumnya digunakan. Masih banyak yang belum diketahui mengenai senyawa kimia terkait kratom, efek kesehatan jangka pendek dan jangka panjang serta pengaruh keselamatan dari penggunaan kratom dan potensi kratom untuk pengunaan terapeutik. Sebagai tanggapan atas banyaknya laporan mengenai peningkatan penggunaan kratom di AS dan banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai kratom dan efeknya bagi kesehatan, NIDA mendukung penelitian terkait penggunaan kratom, efek, mekanisme, dan potensi terapeutik-nya.
Untuk membantu menginformasikan kebijakan terkait kratom dan perumusan kebijakan kesehatan terkait penggunaan kratom, NIDA mendukung dan melaksanakan penelitian mengenai cara senyawa kratom bekerja di dalam otak, serta penelitian mengenai pola penggunaan kratom, efek kesehatannya, penggunaan terapeutik, dan interaksi obat. Karena banyak pengguna kratom yang melaporkan sedang menggunakan atau pernah menggunakan opioid dan mengalami gangguan penyalahgunaan opioid, NIDA secara khusus tertarik untuk mempelajari cara kratom mempengaruhi penggunaan opioid, yang telah menyebabkan epidemi overdosis narkoba di AS. Penelitian awal menemukan bahwa sejumlah orang melaporkan menggunakan kratom untuk menghilang craving dan gejala putus obat terkait narkoba lain, termasuk stimulan dan opioid.
NIDA dan NIH HEAL (Helping to End Addiction Long-term®) Initiative (https://heal.nih.gov/) mendukung sejumlah penelitian yang mengevaluasi kratom dan senyawa terkait sebagai pengobatan potensial untuk nyeri kronis dan untuk gejala putus obat opioid dan gangguan penyalahgunaan opioid. Salah satu penelitian tersebut (https://reporter.nih.gov/search/KHEbKQnH7EypHqk7dDsGvA/project-details/10259369) [yang juga didukung oleh the National Center for Advancing Translational Sciences dan National Institute of Neurological Disorders and Stroke) mencakup upaya untuk membantu mengembangkan obat baru, termasuk produk turunan kratom, sebagai pengobatan potensial untuk gangguan penyalahgunaan opioid.
NIDA juga mendukung penelitian preklinis untuk lebih memahami cara beragam senyawa kratom mengakibatkan efek farmakologi dan perilaku yang kompleks, untuk mengevaluasi kratom sebagai potensi terapi bagi gangguan penyalahgunaan opioid dan untuk menginvestigasi kimia dan biologi senyawa turunan kratom untuk penggunaannya sebagai obat terapeutik dan sebagai alat penelitian. (lihat Apakah kratom dapat digunakan sebagai obat?)
Lihat lebih lanjut mengenai penelitian terkait kratom yang didanai oleh NIDA: https://reporter.nih.gov/search/-pm6ufRB0kqVRo9p8eJTrw/projects dan pelajari lebih lanjut mengenai uji klinis terkait kratom: https://www.clinicaltrials.gov/search?term=kratom,%20mitragynine&viewType=Table.
Bagaimana cakupan penggunaan kratom di AS?
Pada orang berusia 12 tahun ke atas pada tahun 2021, diperkirakan 0,6% (atau sekitar 1,7 juta orang) melaporkan penggunaan kratom dalam 12 bulan terakhir (2021 DT 8.22).*
Sumber: 2021 National Survey on Drug Use and Health**
* estimasi jumlah orang yang rutin menggunakan kratom teratur bervariasi.
** Pandemi COVID-19 berdampak pada pengumpulan data untuk the 2021 National Survey on Drug Use and Health (NSDUH). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat the 2021 NSDUH Frequently Asked Questions dari the Substance Abuse and Mental Health Services Administration.
Mengapa orang menggunakan kratom?
NIDA melaksanakan dan mendukung penelitian untuk lebih memahami beragam alasan mengapa orang menggunakan kratom. Kratom telah digunakan di negara asalnya, Asia Tenggara, selama berabad-abad untuk menghasilkan efek seperti opioid dan stimulan, termasuk peningkatan energi dan relaksasi. (lihat Bagaimana kratom mempengaruhi tubuh?)
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa orang di seluruh dunia menggunakan kratom untuk alasan ini dan banyak alasan lainnya. Para peneliti menemukan bahwa orang melaporkan menggunakan kratom untuk meredakan nyeri, mengatasi gejala kondisi kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi, membantu menghentikan atau mengurangi penggunaan opioid atau zat lainnya dan untuk mengelola gejala putus obat dan craving terkait opioid dan narkoba lainnya. Banyak orang melaporkan beragam alasan untuk menggunakan kratom.
Sementara penelitian sedang berjalan untuk mengeksplorasi kemungkinan manfaat terapeutik (lihat Apakah kratom dapat digunakan sebagai obat?), produk kratom belum terbukti aman dan efektif untuk kondisi medis apa pun. Sebagai catatan, obat yang aman dan efektif telah disetujui penggunaannya untuk membantu mengendalikan gejala putus obat dan craving yang berkaitan dengan gangguan penyalahgunaan opioid, serta gangguan penyalahgunaan narkoba lainnya. Pelajari lebih lanjut mengenai pengobatan nyeri dari the NIH Pain Consortium (https://www.painconsortium.nih.gov/) dan tentang pengobatan kesehatan jiwa dari the National Institute of Mental Health (https://www.nimh.nih.gov/).
Apakah kratom aman?
AS dan badan-badan internasional telah mengekspresikan kekhawatiran mereka bahwa produk kratom dapat mengakibatkan bahaya yang serius. Belum ada penggunaan kratom yang disetujui oleh FDA, dan FDA telah memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk kratom karena potensi efek buruknya.
FDA, CDC, dan NIDA mendukung dan melaksanakan penelitian untuk menilai dan lebih memahami risiko keselamatan jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan kratom dan menginformasikan kebijakan terkait regulasi kratom.
Saat ini, sejumlah isu keselamatan terkait dengan kratom telah teridentifikasi:
- Produk kratom mungkin mengandung kontaminan berbahaya. Belum ada penggunaan kratom yang disetujui oleh FDA, dan produk kratom ditemukan mengandung kontaminan yang menghasilkan efek yang tidak terkait dengan kratom atau produk kratom, termasuk logam berat dan bakteri berbahaya. Sebagai catatan, para peneliti dan regulator telah menemukan kasus kontaminasi serupa di banyak produk lainyang dijual sebagai suplemen herbal. Baca lebih lanjut mengenai regulasi suplemen dari FDA.
- Efek samping berkisar dari ringan hingga berat. Sejumlah orang yang menggunakan kratom melaporkan efek samping ringan, seperti mual, konstipasi, pusing, dan mengantuk. Dalam laporan kasus, dokter melaporkan melihat pasien dengan berbagai efek samping yang jarang terjadi namun serius yang terkait dengan paparan kratom – termasuk gejala mental dan neurologis (kebingungan, tremor, dan kejang), masalah jantung dan paru-paru (tekanan darah tinggi dan pernapasan lambat), masalah gastrointestinal (mual dan muntah) dan masalah hati. Para peneliti terus mempelajari potensi efek sampingnya pada manusia, model hewan dan sel, termasuk potensi kerusakan pada sistem kardiovaskular. (Lihat Bagaimana cara kratom mempengaruhi tubuh?)
- Jumlah kematian akibat produk kratom sangat kecil dibandingkan dengan kematian akibat narkoba lainnya. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, tampaknya overdosis fatal akibat penggunaan tunggal kratom sangat jarang terjadi. Sebuah laporan tahun 2019 menemukan bahwa 11 kematian yang terjadi antara tahun 2011 hingga 2017 di AS dikaitkan dengan paparan tunggal kratom. Sebaliknya, selama periode yang sama, lebih dari 200.000 orang meninggal akibat overdosis opioid.
- Interaksi obat dapat mempengaruhi efek. Penelitian menunjukkan banyak orang yang menggunakan kratom juga menggunakan narkoba lainnya dan mereka memiliki kondisi yang memerlukan obat resep, dan laporan kasus menunjukkan penggunaan polizat (penggunaan banyak narkoba) yang melibatkan kratom dikaitkan dengan efek samping yang berat, seperti masalah hati dan kematian. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada area ini untuk menilai keamanan penggunaan kratom yang dikombinasikan dengan narkoba lainnya.
- Efek keselamatan dan kesehatan jangka panjang belum sepenuhnya dipahami. Karena penelitian kratom relatif baru dibandingkan dengan zat lain yang lebih umum digunakan, hanya ada sedikit bukti untuk menentukan bagaimana penggunaan kratom dapat mempengaruhi seseorang dari waktu ke waktu. Laporan kasus menunjukkan penggunaan kratom secara teratur dalam jangka panjang dan dalam jumlah yang besar dikaitkan dengan gangguan hati yang berat. Kasus-kasus tersebut tampaknya terjadi secara tidak terduga pada sebagian kecil orang yang menggunakan kratom, dan peran zat lain dan kondisi kesehatan yang mendasarinya masih belum jelas.
- Efeknya pada kehamilan masih belum sepenuhnya dipahami. Masih sedikit penelitian yang telah dilakukan terkait penggunaan kratom sebelum, selama, dan setelah kehamilan, namun telah ada sejumlah laporan mengenai neonatal abstinence syndrome (NAS) seperti pada penggunaan opioid pada bayi yang lahir dari ibu yang secara teratur mengonsumsi kratom. Pelajari lebih lanjut: Bagaimana penggunaan kratom mempengaruhi kratom?
- Efek keselamatan dari intoksikasi masih belum dipahami. Dampak dari intoksikasi kratom (mengonsumsi dalam jumlah yang cukup hingga menyebabkan gangguan) dalam mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau melaksanakan tugas lainnya yang dapat membahayakan jika mengalami gangguan masih belum diteliti secara mendalam.
Pelajari lebih lanjut tentang “kratom dan keselamatan” dari FDA: https://www.fda.gov/news-events/public-health-focus/fda-and-kratom
Bagaimana penggunaan kratom mempengaruhi kehamilan?
Masih sedikit penelitian yang telah dilakukan terkait penggunaan kratom sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa banyak kasus penggunaan kratom selama kehamilan juga melibatkan penggunaan zat lainnya, dan efek penggunaan tunggal kratom pada kehamilan sulit ditentukan tanpa penelitian lebih lanjut. Laporan yang sama juga mengidentifikasikan setidaknya 5 kasus NAS seperti pada penggunaan opioid pada bayi yang lahir dari ibu yang secara teratur mengonsumsi kratom, namun bukan opioid. Bayi-bayi pada kasus tersebut merespon pengobatan baku dengan baik, yang diberikan pada bayi yang mengalami NAS akibat opioid.
Apakah kratom adiktif? Apakah pengguna kratom mengalami gejala putus obat kratom?
NIDA melaksanakan dan mendukung penelitian untuk lebih memahami seberapa sering dan seberapa jauh pengguna kratom mengalami gejala putus obat dan gangguan penyalahgunaan narkoba terkait penggunaan kratom.
Untuk didiagnosa dengan gangguan penyalahgunaan narkoba, seseorang harus memenuhi kriteria diagnostik khusus untuk penggunaan zat secara terus-menerus dan kompulsif meskipun ada dampak negatif. The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi ke-5 (DSM-5) – teks referensi yang diterbitkan oleh the American Psychiatric Association yang digunakan oleh para profesional kesehatan untuk mendiagnosis gangguan penyalahgunaan narkoba dan gangguan psikiatrik lainnya – tidak mencakup diagnosis khusus terkait dengan penggunaan kratom. Namun, sejumlah peneliti yang mempelajari kratom telah memodifikasi kriteria untuk meneliti pola dan gejala penggunaan kratom yang menyerupai gangguan penyalahgunaan zat lainnya.
Penelitian menunjukkan orang mungkin mengalami gejala putus obat yang ringan hingga berat ketika mereka berhenti menggunakan kratom secara teratur, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami seberapa jauh orang mengalami gejala gangguan penyalahgunaan zat terkait kratom.
Data awal dari survei anonim terhadap orang yang menggunakan kratom menunjukkan sebagian kecil orang melaporkan mengalami gejala putus obat terkait kratom dan sebagian kecil lainnya melaporkan mengalami gejala gangguan penyalahgunaan zat yang terkait dengan penggunaan kratom.
Sejumlah pakar khawatir dengan potensi adiktif kratom karena senyawa utama kratom, mitragynine dan 7-hydroxymitragynine, mengaktifkan sebagian reseptor yang sama (struktur molekuler tertentu pada permukaan sel saraf) di area otak dimana zat dengan sifat adiktif yang diketahui bekerja. Namun, para peneliti telah mengamati bahwa cara senyawa kratom mengaktivasi reseptor tersebut dapat mengurangi potensi adiksi dibandingkan dengan opioid. Lebih lanjut, penelitian pada model hewan mengindikasikan bahwa potensi adiktif mitragynine dan 7-hydroxymitragynine mungkin berbeda satu sama lain. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana beragam senyawa terkait kratom berinteraksi untuk mempengaruhi risiko gejala putus obat dan adiksi. ((lihat Bagaimana cara senyawa kratom bekerja di otak?)
Bagaimana cara gejala putus obat dan gejala gangguan penyalahgunaan narkoba yang terkait dengan kratom diobati?
Meskipun gejala putus obat dan gejala gangguan penyalahgunaan narkoba terkait dengan penggunaan kratom belum diteliti secara rinci, namun sejumlah orang yang menggunakan kratom mengalami gejala-gejala tersebut. (LIhat: Apakah kratom membuat ketagihan? Apakah orang bisa mengalami gejala putus obat karena kratom?) Saat ini, belum ada terapi medis yang disetujui untuk mengobati kondisi tersebut. Pada sejumlah kasus yang jarang terjadi, sejumlah peneliti melaporkan telah menggunakan pengobatan dan terapi lainnya untuk mengatasi gejala putus obat dan gejala gangguan penyalahgunaan narkoba terkait penggunaan kratom pada manusia dan model hewan – meskipun uji klinis yang kuat masih diperlukan untuk mengevaluasi pilihan pengobatan eksperimental ini dan lainnya.
Apakah kratom dapat digunakan sebagai obat?
NIDa dan institusi lainnya di NIH mendukung dan melaksanakan penelitian untuk mengevaluasi potensi penggunaan medis dari kratom dan produk kratom. Meskipun kratom belum terbukti aman atau efektif untuk tujuan medis apapun, kratom telah digunakan dalam pengobatan tradisional di sejumlah negara, dan banyak orang yang melaporkan menggunakan kratom melaporkan bahwa alasan mereka mengonsumsi kratom adalah untuk mengobati rasa nyeri, kecemasan, depresi, gangguan penyalahgunaan narkoba, dan gejala putus obat. Penelitian pada hewan menunjukkan kratom dan senyawa terkait memiliki potensi property terapeutik, seperti antidepresan, dan properti yang menghilangkan rasa nyeri, yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
Yang menjadi perhatian khusus NIDA, penelitian awal menunjukkan kratom dan senyawa kratom memerlukan penelitian lebih lanjut sebagai pengobatan eksperimental untuk gangguan penyalahgunaan narkoba, khususnya gangguan penyalahgunaan opioid. Pengobatan tersebut sangat diperlukan untuk membantu mengekang epidemi overdosis narkoba di AS. NIDA dan mitranya melakukan dan mendukung penelitian yang mengevaluasi kratom dan senyawa terkait sebagai potensi pengobatan bagi nyeri kronik dan bagi gejala putus obat opioid dan gangguan penyalahgunaan opioid. Pelajari lebih lajut: Bagaimana NIDA memajukan penelitian mengenai kratom?).
Apakah kratom legal?
Meskipun penggunaan maupun penjualan kratom dilarang atau dibatasi di sejumlah negara, produk kratom saat ini bersifat legal dan dapat dibeli online dan tersedia di banyak toko di berbagai tempat di AS. The U.S. Drug Enforcement Administration (DEA) telah mendaftarkan kratom sebagai “narkoba yang perlu diwaspadai”, meskipun kratom dan senyawa kratom tidak tercantum dalam daftar zat terlarang di AS.
Pada tahun 2021, the World Health Organization’s (WHO) Expert Committee on Drug Dependence (ECDD; Komite Pakar Ketergantungan Narkoba WHO) memeriksa bukti tentang efek kesehatan kratom dan menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti tentang efek samping yang memerlukan tinjauan kritis tambahan atau pencantuman dalam daftar zat yang dikendalikan secara internasional oleh PBB. (Lihat laporan lengkap WHO ECDD tentang kratom: https://www.who.int/publications/m/item/kratom-mitragynine-7-hydroxymitragynine-critical-review-report. kratom tetap berada dalam daftar zat yang dikendalikan oleh WHO ECDD.
Pelajari lebih lanjut mengenai kratom dan status legalnya di AS melalui situs web DEA: https://www.dea.gov/factsheets/kratom.
Highlights
“Kratom” umumnya merujuk kepada senyawa herbal yang dapat menghasilkan efek seperti opioid dan stimulan. Kratom dan produk yang mengandung zat tersebut saat ini merupakan zat legal dan dapat diakses di berbagai wilayah di US dan badan-badan internasional terus meninjau bukti-bukti yang terus bermunculan untuk menjadi basis bagi kebijakan kratom.
Meskipun tidak ada penggunaan kratom yang disetujui oleh FDA, orang melaporkan penggunaan kratom untuk mengelola gejala putus zat dan craving (khususnya terkait dengan penggunaan opioid), nyeri, rasa lelah, dan masalah kesehatan jiwa. NIDA mendukung dan melaksanakan penelitian untuk mengevaluasi potensi kratom dan senyawa kimia untuk penggunaan medis.
NIDA juga mendukung penelitian untuk lebih memahami kesehatan dan efek keselamatan dari penggunaan kratom. Efek yang serius namun jarang terjadi telah dilaporkan oleh orang-orang yang menggunakan kratom, termasuk masalah psikiatrik, kardiovaskular, gastrointestinal, dan pernapasan. Dibandingkan dengan kematian akibat penggunaan narkoba lainnya, jumlah kematian yang disebabkan oleh produk kratom sangat kecil dan hampir semua kasus melibatkan narkoba atau kontaminan lainnya.

