Pencegahan penyalahgunaan steroid anabolik
Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan steroid?
Penelitian menunjukkan bahwa atlit tingkat sekolah menengah atas cenderung untuk tidak menggunakan steroid jika teman sebaya dan orangtua mereka tidak menyetujuinya. Hal ini mengindikasikan bahwa orang tua dan teman sebaya merupakan faktor yang kuat dalam upaya pencegahan.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa hanya mengajarkan para siswa mengenai dampak buruk steroid tidak akan meyakinkan mereka bahwa zat tersebut dapat menimbulkan dampak buruk, tidak juga dengan instruksi serupa kepada kaum muda dapat mencegah mereka menggunakan steroid di masa depan. Penyampaian mengenai risiko dan manfaat penggunaan steroid anabolik lebih efektif dalam meyakinkan kaum remaja mengenai efek negatif penggunaan steroid, dimana para siswa merasa lebih yakin dengan pendekatan seimbang yang lebih dapat dipercaya.
Penelitian juga mengindikasikan bahwa sejumlah remaja menyalahgunakan steroid sebagai bagian dari pola perilaku berisiko tinggi, seperti mengemudi dalam kondisi mabuk, membawa senjata api, mengendarai motor tanpa helm, dan menggunakan narkotika lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa program pencegahan sebaiknya difokuskan pada skrining perilaku risiko tinggi dan konseling yang komprehensif pada remaja yang menggunakan steroid anabolik.
Penelitian pencegahan yang didanai NIDA membantu mengurangi penyalahgunaan steroid
Pendekatan yang lebih canggih telah menunjukkan potensi dalam mencegah penyalahgunaan steroid pada pemain tim olahraga sekolah menengah. Program Adolescents Training and Learning to Avoid Steroids (ATLAS) menunjukkan kepada pemain tim olahraga sekolah menengah bahwa mereka tidak memerlukan steroid untuk membentuk otot yang kuat dan meningkatkan performa atletik mereka. Dengan mengedukasi para siswa atlit tersebut mengenai efek berbahaya dari penggunaan steroid anabolik dan menyediakan alternatif berupa nutrisi dan latihan beban dibandingkan menggunaan steroid, program ATLAS telah meningkatkan perilaku sehat para pemain sepakbola serta mengurangi niat mereka untuk menyalahgunakan steroid. Dalam program tersebut, para pelatih dan ketua tim mengajarkan efek berbahaya dari steroid anabolik dan narkotika lainnya terhadap performa olahraga jangka pendek dan mendiskusikan cara menolak tawaran penggunaan zat tersebut.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa setahun setelah melengkapi program tersebut, dibandingkan dengan kelompok kontrol, atlit sepakbola yang dilatih dalam program ATHENA memiliki:
- Angka penggunaan steroid anabolik yang lebih rendah dan niat yang lebih kecil untuk menyalahgunakannya di masa depan
- Angka penyalahgunaan alkohol, amfetamin, dan narkotika yang lebih rendah
- Angka penyalahgunaan suplemen “peningkat performa atletik” yang lebih rendah
- Kemungkinan yang lebih kecil untuk melakukan perilaku berbahaya seperti mengemudi di bawah pengaruh alkohol
- Pengetahuan yang lebih baik mengenai efek steroid anabolik, alkohol, dan ganja; pengetahuan yang lebih baik tentang alternatif selain penyalahgunaan steroid; kepercayaan diri yang lebih tinggi terhadap kemampuan atletik; serta perilaku terkait nutrisi yang lebih baik
Program ATHENA (Athletes Targeting Healthy Exercise and Nutrition Alternatives) dibuat serupa dengan program ATLAS, namun didisain bagi remaja putrid dalam tim olahraga. Tes awal pada remaja putrid yang mengikuti program ATHENA menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan pengendalian perilaku berisiko seperti berkendara dengan pengemudi yang mabuk atau melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang baru. Partisipan ATHENA juga lebih cenderung untuk tidak menggunakan pil diet, amfetamin, steroid anabolik, dan suplemen pembentuk otot selama musim kompetisi olahraga.
Meskipun program tersebut tidak memiliki efek langsung terhadap penggunaan tembakau, alkohol, atau ganja, para atlit yang terlatih dalam program ini melaporkan tingkat rendah dari penggunaan zat-zat tersebut sepanjang hidup mereka ketika dilakukan survei 1 – 3 tahun setelah lulus dari sekolah menengah atas. Penggunaan pil diet dan steroid menurun pada periode tindak lanjut (1 -3 tahun) tersebut, baik pada atlit ATHENA maupun pada kelompok kontrol, sehingga tidak ada lagi perbedaan penggunaan zat-zat tersebut pada kedua kelompok tersebut.
Tautan ke materi lengkap: NIDA. 2024, July 11. Anabolic Steroids and Other Appearance and Performance Enhancing Drugs (APEDs). Retrieved from https://nida.nih.gov/research-topics/anabolic-steroids on 2026, June 24

